
Menteri Kesehatan Esperanza Cabral membantah kalau Presiden Gloria Arroyo pernah menanyainya secara langsung mengenai kebijakan distribusi kondom dari pemerintah, meskipun seorang uskup mengklaim bahwa Arroyo pasti pernah menanyainya.
Arroyo pernah “berhadapan” dengan Cabral dan “tidak senang dengan kondom”, kata Uskup Butuan Mgr Juan de Dios Pueblos di Radio Veritas 846 yang dikelola Gereja pada 29 Maret.
Prelatus itu mengatakan kepada UCA News pada 30 Maret, dia tidak tahu “rincian selengkapnya” dari percakapan Arroyo dengan Cabral tetapi dari kontak-kontaknya dengan presiden “jelas bahwa Arroyo … mendukung keluarga berencana alamiah.”
Cabral mengakui bahwa baru-baru ini Arroyo meneruskan kepada dia pesan teks dari Uskup Pueblos yang dikirim untuk presiden.
Kelompok-kelompok Gereja termasuk Konferensi Waligereja Filipina (CBCP, Catholic Bishops’ Conference of the Philippines) menentang distribusi kondom dari Dinas Kesehatan, yang melakukannya untuk menghentikan penyebaran HIV/AIDS melalui kontak seksual.
Tidak ada pernyataan jelas dari Arroyo
Arroyo mencalonkan diri untuk Dewan Perwakilan Rakyat dari Propinsi Pampanga dalam pemilihan umum 10 Mei. Komisi Keluarga dan Kehidupan dari CBCP telah menerbitkan sebuah katekismus untuk pemilihan umum yang menyatakan bahwa tidaklah bermoral memilih calon yang mendukung “kebijakan anti-keluarga.”
Kantor presiden tidak membuat pernyataan publik yang jelas tentang masalah ini, meskipun Ester Ceguera dari bagian humas dari kantor presiden mengatakan kepada UCA News bahwa keluarga berencana dan HIV/AIDS merupakan dua hal terpisah.
Cabral mengakui bahwa Arroyo “jelas dan tidak berubah” dalam mendukung keluarga berencana alamiah. Namun, menteri kesehatan itu mencatat bahwa presiden “pernah berbicara secara terbuka tentang pencegahan HIV” meski tiga juru bicara-nya mendukung program departemen kesehatan.
Dia mengatakan kepada UCA News bahwa Arroyo memintanya untuk menanggapi pertanyaan uskup itu tentang komentar yang dibuat menteri kesehatan tentang posisi Gereja soal penggunaan kondom untuk pencehagan HIV/AIDS.
Cabral mengatakan, tertulis teks singkat uskup untuk Arroyo itu: “Saya secara pribadi pernah mendengar dia [Cabral] mengatakan dalam sebuah wawancara langsung bahwa sebuah buku Katolik mendukung penggunaan kondom dan buku itu disetujui oleh Konferensi Waligereja Filipina.”
Cabral mengatakan dia mengirim kepada Arroyo halaman dari Training Manual on HIV and AIDS for Catholic Church Pastoral Workers yang didalamnya dikatakan bahwa bila pasangan menggunakan kondom dengan benar dan konsisten, penyebaran HIV/AIDS dapat dikurangi.
Menteri kesehatan mengatakan, ia telah mengirim kopian buku pegangan dua jilid itu ke kantor presiden.
“Setelah bertukar pesan singkat itu, presiden tidak lagi mengontak saya menyangkut penggunaan kondom,” kata Cabral.
Buku pegangan itu diterbitkan oleh UNAIDS dan berisi dukungan dari CBCP, Tarekat Putri Kasih dari St. Vincent de Paul, dan Kongregasi Misi dari Abdi Roh Kudus.