UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

Pemimpin Gereja yang “diam” harus bicara lebih lantang

31/03/2010

Pemimpin Gereja yang “diam” harus bicara lebih lantang thumbnail

Richard Lee Chia-tung

Gereja Taiwan perlu lebih lantang menyuarakan masalah dan penyakit sosial guna menciptakan perubahan bertahap dalam sikap masyarakat, kata seorang sarjana Katolik.

“Di Taiwan, suara Gereja disegani. Maka bungkam berarti menyia-nyiakan pengaruh,” kata Richard Lee Chia-tung, mantan rektor Providence University yang dikelola pihak Katolik, kepada UCA News.

Lee, seorang profesor teknik dan penulis populer, menantang sikap bungkam Gereja terhadap berbagai isu sosial, termasuk perdebatan tentang penghapusan hukuman mati baru-baru ini.

Dalam edisi terbaru Catholic Weekly dari Keuskupan Agung Taipei, Lee menulis sebuah komentar tentang hukuman mati, yang sering Gereja tanggapi dengan berbicara tentang pengampunan. “Pada saat kritis ini, Gereja punya kesempatan baik [untuk bersuara],” katanya, “namun Gereja tetap bungkam.”

Dia memahami bahwa tidaklah mudah bagi masyarakat Taiwan untuk melepaskan konsep “hidup ganti hidup” dalam semalam. Namun, “tidak seorangpun akan mengatakan bahwa ajaran Yesus tentang pengampunan itu salah,” tegasnya.

Lisa Shieh, seorang jurnalis veteran, mengatakan kepada UCA News bahwa dia telah membahas masalah hukuman mati dengan beberapa pemimpin Gereja lokal. Menurut mereka, katanya, Gereja masih menolak hukuman mati, namun mereka ragu apakah pemerintah mampu memberi solusi alternatif yang memadai.

Para pemimpin Gereja juga mengungkapkan keengganan mereka untuk berpihak atau mengobarkan isu politik, kata perempuan awam Katolik itu.

Penghapusan hukuman mati masih menimbulkan debat hangat di Taiwan setelah Menteri Kehakiman Wang Ching-feng mengakui pada 10 Maret bahwa dia menolak menandatangani perintah eksekusi apapun untuk seorang yang terkena hukuman mati.

Lee mengatakan kepada UCA News bahwa Gereja juga bungkam terhadap banyak isu. Kita tidak pernah mendengar Gereja menyuarakan sikapnya terhadap film keras dan cabul, dan permainan komputer yang membanjiri masyarakat,” katanya.

Bahwa Gereja terlibat dalam masalah politik, katanya, itu umum terjadi di seluruh dunia.  ”Jika [Gereja Taiwan] tidak berani mengatakan apapun karena  politik, maka Gereja tidak perlu mengatakan sepatah katapun di masa depan,” katanya berdalih.

Menurut Lee, kekerasan dan kemerosotan moral dalam masyarakat Barat itu terjadi karena tidak ada hukuman yang berat ketika terjadi norma-norma sosial yang buruk.

Dengan mencontohkan Amerika Serikat di mana seorang gadis diperkosa oleh geng sementara 20 teman kelasnya hanya berdiri dan menonton, dia mengatakan, ini mencerminkan kemerosotan etika dan nilai yang mengkhawatirkan.

Berbagai penyakit sosial telah “merusak manusia secara serius.” Apa yang dikatakan Gereja “tidak perlu terlalu hati-hati, tapi perlu tepat waktu,” kata Lee.

-UCA News

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ziarah Santa Maria Fatima
  3. KTT NATO di AS disambut demonstrasi
  4. Pemuka agama cari jalan untuk akhiri bunuh diri
  5. Lebih dari 200 ribu perokok berusia di bawah 10 tahun
  6. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  7. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  8. Umar Patek minta maaf kepada umat Kristiani
  9. Pastor ikut pulihkan peziarah Lourdes akibat kecelakaan
  10. Istri Bill Gates, seorang Katolik, dukung pengendalian kelahiran
  1. Umar Patek minta maaf kepada umat Kristiani
  2. Film “Soegija” diputar di Semarang kemarin
  3. Pastor: UNTAS harus rangkul semua eks Timtim
  4. Publikasi ‘VatiLeaks adalah tindakan kriminal’
  5. Saatnya program MA masuk dalam pendidikan agama Katolik
  6. Larangan beribadah harus dilaporkan ke Dewan PBB
  7. Uskup Ishak Doera majukan orang Dayak
  8. Hidayat siap rangkul umat Katolik
  9. Pemuka agama cari jalan untuk akhiri bunuh diri
  10. KTT NATO di AS disambut demonstrasi
  1. Tuhan Yesus tidak menganjurkan KB. Kepada Dwi, seorang wanita Muslim di Indonesi...
    Said Akong_stephen on 2012-05-21 13:12:00
  2. Aparat hukum harus keras menjalankan tugasnya yaitu melindungi siapapun yang ber...
    Said Akong_stephen on 2012-05-21 13:05:00
  3. Jadikanlah diri kita menjadi sumber Kasih bagi mereka yang menganiaya sesamanya ...
    Said Eliasabul on 2012-05-21 11:28:00
  4. NATO (NO ACTION TALK ONLY) itulah presiden negara saya......
    Said Topo on 2012-05-21 06:38:00
  5. Ini semua terjadi karena pemimpin kita adalah orang yang ada di balik ormas itu....
    Said Topo on 2012-05-21 06:36:00
  6. Bpk Presiden Yang Terhormat. Kami kaum minoritas sudah terlau sering di aniaya, ...
    Said Francis Haryanto on 2012-05-21 06:29:00
  7. Indonesia negara Pancasila, tapi nyatanya seperti  negara atheis. ...
    Said Omar Sarif on 2012-05-19 18:42:00
  8. Berbicara itu gampang tetapi melaksanakannya itu yang sulit. butuh komitmen yang...
    Said Sd_santofransiskus on 2012-05-19 15:55:00
  9. Mr. Presiden yang terhormat, sebaiknya jangan hanya banyak kata yang terus dilon...
    Said Ltumuka on 2012-05-19 10:54:00
  10. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00