
Sebuah universitas Yesuit mengatakan “laporan psikiatris” tentang kondisi mental calon presiden Benigno Aquino III yang diduga dikeluarkan oleh imam-pendiri fakultas universitas itu ternyata palsu.
Pada 27 April, Fakultas Psikologi dari Ateneo de Manila University menulis, “Kami sangat mengutuk upaya yang berulang-ulang menggunakan nama Jurusan Psikologi Ateneo untuk propaganda hitam.”
Mantan Pemimpin National Power Corporation Guido Delgado menunjukkan laporan yang tidak benar itu pada konferensi pers sehari sebelumnya.
Dokumen, yang mengatakan bahwa Aquino menderita depresi dan melankoli ketika belajar di Ateneo de Manila, itu diduga telah ditandatangani oleh Pastor Jaime Bulatao.
Namun, setelah menilai isu dalam laporan itu, imam yang berusia 89 tahun itu menepis dugaan itu dalam sebuah pernyataan. Tanda tangannya dalam pernyataan itu juga tidak cocok dengan tanda tangan dalam laporan itu.”
Ini sudah kedua kalinya muncul dokumen seperti itu yang dikaitkan dengan Jurusan Psikologi Ateneo. Dokumen yang menunjukkan berbagai problem psikologis itu agaknya muncul karena calon presiden tersebut tampak unggul dalam pemilihan umum 10 Mei mendatang.
Pada 9 April, fakultas yang sama dari universitas itu menepis laporan bahwa dia telah mengeluarkan sebuah evaluasi psikiatris yang ditandatangani oleh Pastor Carmelo Caluag SJ, mantan kepala sekolah sekolah dasar dan sekolah menengah dari Universitas Ateneo.
Delgado telah menjelaskan bahwa dirinya adalah pendukung lawan kuat Aquino yaitu Manuel Villar, Jr. Namun, dalam kampanye mereka, tim sukses Villar membantah terlibat dalam kedua laporan itu.
“Ketika rekayasa pertama gagal karena kesalahan pemilihan tanda tangan (dari Pastor Tito Caluag) yang tidak ada kaitannya dengan Jurusan Psikologi kami, mereka masih menggunakan cara yang sama, dan kali ini menggunakan tanda tangan orang kami yang sangat terhormat yaitu Pastor Jaime C. Bulatao, SJ.,” demikian pernyataan terakhir dari Universitas Ateneo.
Aquino, 50, putra mantan presiden Corazon Aquino Cojuangco dan Senator Benigno Aquino, Jr. yang dibunuh, lulus dari Universitas Ateneo tahun 1981 dengan gelar Sarjana Muda Ekonomi.
Villar mengatakan kepada wartawan, dia tidak berwenang mengambil tindakan terhadap Delgado, karena Delgado bukan anggota tim suksesnya.
Namun, Adel Tamano, Juru bicara Partai Nacionalista dari Villar mengatakan, tindakan Delgado merilis dokumen itu merupakan suatu langkah “bodoh” yang bahkan lebih berdampak negatif ketimbang positif terhadap partainya Villar.