
Umat Katolik di Keuskupan Agung Ho Chi Minh City, yang sedang menghadapi kekurangan imam, menyumbangkan uang untuk menutupi biaya pendidikan calon imam.
Pada 25 April, hari Minggu Panggilan, Mary Thu Nguyet memasukkan 50.000 dong (US$ 2.60) ke dalam kotak sumbangan di Paroki Da Thanh.
Menurut Nguyet, “Panggilan religius setempat berkurang karena para pasangan sekarang hanya memiliki satu atau dua anak dan mereka ingin anak-anak mereka menikah dan menjaga mereka ketika mereka menjadi tua.”
Ibu berusia 30 tahun yang memiliki dua anak itu mengatakan, paroki yang telah berusia 47 tahun hanya menghasilkan seorang imam sejauh ini, namun sekarang memiliki lima orang calon imam.
“Hari ini saya berdoa sungguh-sungguh untuk panggilan imamat dan religius,” katanya.
Nguyet adalah salah satu di antara 1.000 umat yang menghadiri Misa Minggu Panggilan di Paroki Da Thanh.
Sebelum Misa dimulai, 38 orang berjubah dari berbagai kongregasi memperkenalkan sejarah dan kegiatan kongregasi mereka kepada umat.
Pastor Anthony Doan Van Vinh, asisten kepala paroki, mengatakan kepada UCA News bahwa umat paroki menyumbangkan 19 juta dong untuk dana panggilan keuskupan agung yang akan dipakai untuk membiayai pembinaan calon imam dan perawatan para imam sepuh.
Keuskupan agung meminta umat Katolik untuk menyumbangkan dana tersebut.
John Nguyen Van Tien, dari Paroki Para Martir Vietnam, mengatakan, parokinya menyumbangkan 10.000.000 dong.
Tien, 51, mengatakan, imam-imam asal parokinya berkunjung dan memberi dukungan material dan spiritual bagi orang sakit dan miskin.
Jean Baptiste Kardinal Pham Minh Man dari Ho Chi Minh City mengatakan, dia telah menahbiskan 127 imam sejak tahun 1998 ketika mulai memimpin keuskupan agung tersebut. Namun, sejak saat itu 130 imam telah meninggal, pensiun, atau berhenti berkarya karena masalah kesehatan.
Gereja lokal mengalami kekurangan imam untuk memenuhi kebutuhan pastoral umat yang semakin meningkat, katanya kepada UCA News.
Kini ada tiga diakon sedang mempersiapkan untuk ditahbiskan pada 11 Juni di Katedral Notre Dame.