
Sebuah keuskupan di India tengah yang dilanda kekeringan mendirikan tiga kios untuk menyediakan air minum bagi pejalan kaki. Oleh uskup setempat dikatakan, pelayanan ini membantu Gereja menjangkau orang banyak.
“Kami berbagi karunia Allah dengan orang yang membutuhkan,” kata Uskup Jhabua Mgr Devprasad Ganawa SVD tentang pelayanan di Distrik Jhabua yang didominasi masyarakat suku itu.
Pada siang hari suhu mencapai 40 derajat Celcius di Negara Bagian Madhya Pradesh. Sumber-sumber air di masyarakat sudah kering. Pemerintah negara bagian telah menyatakan bahwa Jhabua dan beberapa distrik lain sebagai wilayah yang dilanda kekeringan.
Kios-kios di pinggir jalan yang disediakan oleh Gereja itu terbuka untuk semua orang.
Uskup dari Serikat Sabda Allah itu mengatakan kepada UCA News bahwa layanan itu membantu Gereja “menjangkau lebih banyak orang” di negara bagian yang memiliki undang-undang yang membatasi pewartaan agama Kristen itu.
“Layanan ini lebih efektif daripada khotbah, dan melalui layanan ini orang akan mengenal kita dan iman kita,” katanya.
Salah satu kios berada dekat markas keuskupan di Meghnagar, sementara dua lainnya berada di Kota Pipliya Mandi dan Kota Mandsaur.
Pastor Raju Mathew mengawasi kios di Meghnagar. “Salah satu sumur bor kami masih memiliki cukup air dan ini merupakan rencana Allah untuk melayani orang yang membutuhkan,” katanya.
Sekitar 650 orang datang ke kota itu setiap hari untuk bisnis, dan banyak dari mereka minum air dari kios itu.
Pastor S. Lawrence, yang menangani kios di Pipliya Mandi, mengatakan, kios itu menyediakan air untuk sekitar 300 orang setiap hari.
Imam itu mengatakan, dia mengeluarkan 100 rupee (sekitar US$ 2) untuk air setangki penuh, dan telah mempekerjakan seorang perempuan tua untuk memberi air kepada orang-orang dari jam 9.00 pagi hingga 6.00 sore. Perempuan itu diupah 1.500 rupee per bulan. “Dengan begitu saya juga menolong perempuan itu,” katanya.
“Ketika orang mendapatkan air yang aman dan sejuk di panas terik, mereka secara alami berterima kasih kepada Tuhan. Saya gembira bila mereka akhirnya tahu bahwa mereka sedang dilayani oleh orang Kristen,” ujar Pastor Lawrence.