UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

Perempuan muda belajar perhatikan anak asrama

30/04/2010

Perempuan muda belajar perhatikan anak asrama thumbnail

Perempuan-perempuan sedang belajar dalam program “Pembinaan Pendidik”

Gereja tengah membantu perempuan-perempuan muda dari keuskupan-keuskupan di seluruh Myanmar untuk mengenal dan memperhatikan anak-anak di asrama-asrama yang dikelola Gereja.

Lucrecia Naw Kyu Khin, 33, koordinator program dari Komisi Pendidikan dari konferensi waligereja, mengatakan kepada UCA News: “Kami memulai program ini karena kami ingin perempuan muda bertanggung jawab atas pembinaan integral anak-anak dan remaja.”

Peserta angkatan kedua — 22 perempuan muda — saat kini tengah mengikuti peogram Formation of Educators for Boarding Houses di Yangon. Program ini dimulai bulan Juli 2009 dan akan berakhir bulan Mei tahun ini.

Mereka belajar berbagai keterampilan terkait dengan komunikasi, disiplin, pemecahan masalah, bercerita, seni dan kerajinan, matematika, musik, dan pendidikan iman.

Program ini juga mencakup sebuah komponen praktis yang menolong mereka untuk belajar memperhatikan anak-anak di keuskupan-keuskupan mereka sendiri.

Seorang mahasiswi, Catherine Nang Seng, 22, dari Keuskupan Myitkyina, mengatakan kepada UCA News: “Saya ikut program ini karena saya melihat perlunya meningkatkan perhatian yang lebih bermutu di berbagai asrama yang dikelola Gereja.

“Dalam lokakarya ini, saya sadar betapa banyak banyak anak asrama haus akan kasih, terutama anak-anak yatim. Jika kita benar mengajar dan memperhatikan mereka dengan penuh kasih, hidup mereka pasti akan menjadi lebih baik.”

Para guru belajar berkomunikasi dengan anak-anak

Perpetua Mi Nge, 30, dari Keuskupan Agung Taunggyi, yang lulus tahun lalu, mengatakan bahwa sebelum mengikuti program ini, dia telah bekerja dengan anak-anak di sebuah asrama.

“Jadi ini sangat membantu saya ketika para suster Canossian mulai kursus ini,” kata Mi Nge.

“Sebelum mengikuti kursus ini, saya biasa menghukum anak-anak yang melakukan kesalahan atau bertingkah kurang sopan tanpa berusaha untuk mencari tahu mengapa hal-hal itu mereka lakukan,” katanya.

“Kini, kami berusaha mendekati mereka dengan penuh kasih dan menjalin hubungan baik dengan mereka agar bisa tahu masalah mereka dan apa yang benar-benar mereka pikirkan. Mereka dapat membicarakannya dengan kami kapan saja dan kami siap untuk mendengarkan mereka.”

Aye Mary 24, seorang mahasiswi dari Keuskupan Pekhon, mengatakan, dia tahu bahwa banyak anak asrama mengalami banyak masalah emosional, terutama mereka yang tidak lagi memiliki orangtua.

“Dengan mengasihi mereka, mereka [semakin mau] menaati peraturan dan menghormati orang yang lebih tua,” katanya.

Naw Kyu Khin mengatakan kepada UCA News bahwa “di masa depan, kami akan menyeleksi peserta yang menonjol dari program ini dan membantu mereka untuk menjadi pelatih sehingga mereka dapat melatih perempuan-perempuan muda lainnya di keuskupan mereka, ketimbang mendatangkan mereka ke Yangon.”

-UCA News

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ziarah Santa Maria Fatima
  3. KTT NATO di AS disambut demonstrasi
  4. Pemuka agama cari jalan untuk akhiri bunuh diri
  5. Lebih dari 200 ribu perokok berusia di bawah 10 tahun
  6. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  7. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  8. Umar Patek minta maaf kepada umat Kristiani
  9. Pastor ikut pulihkan peziarah Lourdes akibat kecelakaan
  10. Istri Bill Gates, seorang Katolik, dukung pengendalian kelahiran
  1. Umar Patek minta maaf kepada umat Kristiani
  2. Film “Soegija” diputar di Semarang kemarin
  3. Pastor: UNTAS harus rangkul semua eks Timtim
  4. Publikasi ‘VatiLeaks adalah tindakan kriminal’
  5. Saatnya program MA masuk dalam pendidikan agama Katolik
  6. Larangan beribadah harus dilaporkan ke Dewan PBB
  7. Uskup Ishak Doera majukan orang Dayak
  8. Hidayat siap rangkul umat Katolik
  9. Pemuka agama cari jalan untuk akhiri bunuh diri
  10. KTT NATO di AS disambut demonstrasi
  1. Tuhan Yesus tidak menganjurkan KB. Kepada Dwi, seorang wanita Muslim di Indonesi...
    Said Akong_stephen on 2012-05-21 13:12:00
  2. Aparat hukum harus keras menjalankan tugasnya yaitu melindungi siapapun yang ber...
    Said Akong_stephen on 2012-05-21 13:05:00
  3. Jadikanlah diri kita menjadi sumber Kasih bagi mereka yang menganiaya sesamanya ...
    Said Eliasabul on 2012-05-21 11:28:00
  4. NATO (NO ACTION TALK ONLY) itulah presiden negara saya......
    Said Topo on 2012-05-21 06:38:00
  5. Ini semua terjadi karena pemimpin kita adalah orang yang ada di balik ormas itu....
    Said Topo on 2012-05-21 06:36:00
  6. Bpk Presiden Yang Terhormat. Kami kaum minoritas sudah terlau sering di aniaya, ...
    Said Francis Haryanto on 2012-05-21 06:29:00
  7. Indonesia negara Pancasila, tapi nyatanya seperti  negara atheis. ...
    Said Omar Sarif on 2012-05-19 18:42:00
  8. Berbicara itu gampang tetapi melaksanakannya itu yang sulit. butuh komitmen yang...
    Said Sd_santofransiskus on 2012-05-19 15:55:00
  9. Mr. Presiden yang terhormat, sebaiknya jangan hanya banyak kata yang terus dilon...
    Said Ltumuka on 2012-05-19 10:54:00
  10. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00