
Biksu-biksu Sri Lanka mengadakan ziarah perdamaian ke wilayah Utara yang diporak-porandakan oleh perang saudara.
Para biksu itu membawa pesan kasih ke daerah utara yang berpenduduk mayoritas Hindu. Mereka ke sana untuk merayakan “Poson Day,” peringatan masuk agama Budha ke Sri Lanka yang dibawa oleh Arahant Mahinda pada abad ke-3 sebelum Masehi.
Ratusan biksu bertemu dengan tentara pemerintah, yang sebagian besar beragama Budha, dan dengan warga Tamil, yang sebagian besar beragama Hindu dan Kristen.
Dalam kunjungan itu, para biksu menunjukkan simpati mereka dengan warga desa yang telah kehilangan rumah, tempat ibadat, dan orang-orang yang mereka cintai.
“Agama Budha mengajarkan bahwa solusi semua masalah berada di dalam diri kita sendiri,” kata Sunil Wijetilleke, 58, seorang penganut agama Budha yang ikut dalam ziarah itu, kepada ucanews.com.
Pastor Arulanandam Johnaly Yavis, ketua unio imam-imam diosesan Keuskupan Jaffna yang sekaligus ketua pusat pengembangan manusia dari Caritas di Kilinochchi, memuji sebuah kamp medis yang diselenggarakan di kota ini oleh para biksu.
“Ratusan orang menikmati pelayanan kamp tersebut karena banyak rumah sakit setempat tidak berfungsi ketika perang berkecamuk,” kata Pastor Yavis kepada ucanews.com.
Banyak orang Kristen setempat bergabung dengan para biksu dalam memberikan sedekah (Dansala) dan menyediakan makanan bagi orang miskin pada perayaan Poson itu.
Dalam usaha membangun hubungan dengan masyarakat setempat, pemerintah Sri Lanka juga berencana untuk mengadakan pertemuan Kabinet bulan Juli di Kilinochchi. Sejumlah pos polisi juga akan dibuka di utara.
Menteri Negara Patali Champika Ranawaka menyumbangkan sejumlah buku kepada Perpustakaan Jaffna atas nama partai politiknya yang berhaluan Budha. Dia juga meminta maaf kepada masyarakat Tamil atas terbakarnya Perpustakaan Umum Jaffna tahun 1981.
Sementara itu, Sri Lanka dan India telah berencana untuk mendirikan sebuah Universitas Budha Internasional di Madhya Pradesh guna meningkatkan hubungan kebudayaan di antara kedua negara.
Oleh Reporter ucannews.com, Colombo, Sri Lanka