UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

Pusat pastoral Nepal kembangkan pelayanan

29/06/2010

Pusat pastoral Nepal kembangkan pelayanan thumbnail

Pusat Pastoral St. Yohanes Vianney

Enam tahun setelah dibuka, satu-satunya pusat pastoral Katolik di Nepal itu digunakan juga sebagai seminari, gereja, dan panti bagi pengidap HIV/AIDS.

Pusat Pastoral St. Yohanes Vianney di bagian tenggara Kathmandu itu dimulai pada Mei 2004 dengan hanya dua bangunan.

Kini, pusat itu memiliki sebuah biara, klinik, pelayanan penitipan anak, dan tempat penampungan bagi perempuan dan anak-anak yang terkena HIV/AIDS.

“Kami ingin klinik ini menjadi sebuah klinik yang mobile dan kami juga telah mengembangkan pusat penitipan anak di dua tempat lain di desa-desa,” kata Pastor Pius Perumana, direktur pusat itu yang sekaligus menjabat sebagai Vikjen Nepal.

Dia mengatakan, parokinya kini memiliki 300 anggota dengan sekitar 150 lainnya saat ini sedang mengikuti pelajaran agama.

Seminari Menengah St. Joseph di pusat itu kini memiliki enam seminaris, dan lima calon akan masuk pada tahun ajaran baru.

Kelompok-kelompok Kristen lain juga menggunakan pusat itu untuk berbagai pertemuan mereka, kata imam itu.

Salah satu proyek utama pusat itu adalah tempat penampungan yang dikelola oleh Suster-Suster Adorasi Sakramen Mahakudus untuk 60 perempuan dan 17 anak yang terkena HIV/AIDS.

Para penghuni tempat tersebut belajar keterampilan untuk bisa mencari nafkah seperti merajut, membuat lilin, dan pertanian buah.

Belakangan ini, mereka juga mulai dengan pembuatan sari, pakaian wanita India.

Dengan dua lusin pertama produksi sari, mereka memperoleh keuntungan 2.000 rupee (US$ 27) dan pemesarannya diharapkan akan berkembang, kata Suster Clerin Jose.

Dia dan seorang suster lain juga mengelola sebuah klinik harian untuk warga desa.

Pusat itu juga memiliki tempat penitipan anak, sehingga para ibu bisa bekerja di ladang, kata Pastor Perumana.

Sejak dibuka, para suster dari Tarekat Cluny, Tarekat St. Anna, dan Kongregasi Yesus telah mulai membuka biara mereka dekat pusat itu.

Seorang imam dan seorang suster asal India, yang memulai gerakan kharismatik di Nepal, akan mengadakan retret di pusat tersebut pada bulan Juli.

Pastor Perumana mengatakan, dia berharap lebih banyak imam dan suster akan datang sehingga warga desa di wilayah itu bisa lebih dapat dijangkau.

Oleh Chirendra Satyal, ucanews.com, Kathmandu, Nepal

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ziarah Santa Maria Fatima
  3. KTT NATO di AS disambut demonstrasi
  4. Pemuka agama cari jalan untuk akhiri bunuh diri
  5. Lebih dari 200 ribu perokok berusia di bawah 10 tahun
  6. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  7. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  8. Umar Patek minta maaf kepada umat Kristiani
  9. Kelompok HAM Asia desak bupati lindungi jemaat HKBP Filadelfia
  10. Pastor ikut pulihkan peziarah Lourdes akibat kecelakaan
  1. Kelompok HAM Asia desak bupati lindungi jemaat HKBP Filadelfia
  2. Umar Patek minta maaf kepada umat Kristiani
  3. Film “Soegija” diputar di Semarang kemarin
  4. Pastor: UNTAS harus rangkul semua eks Timtim
  5. Publikasi ‘VatiLeaks adalah tindakan kriminal’
  6. Saatnya program MA masuk dalam pendidikan agama Katolik
  7. Larangan beribadah harus dilaporkan ke Dewan PBB
  8. Uskup Ishak Doera majukan orang Dayak
  9. Hidayat siap rangkul umat Katolik
  10. Pemuka agama cari jalan untuk akhiri bunuh diri
  1. Tuhan Yesus tidak menganjurkan KB. Kepada Dwi, seorang wanita Muslim di Indonesi...
    Said Akong_stephen on 2012-05-21 13:12:00
  2. Aparat hukum harus keras menjalankan tugasnya yaitu melindungi siapapun yang ber...
    Said Akong_stephen on 2012-05-21 13:05:00
  3. Jadikanlah diri kita menjadi sumber Kasih bagi mereka yang menganiaya sesamanya ...
    Said Eliasabul on 2012-05-21 11:28:00
  4. NATO (NO ACTION TALK ONLY) itulah presiden negara saya......
    Said Topo on 2012-05-21 06:38:00
  5. Ini semua terjadi karena pemimpin kita adalah orang yang ada di balik ormas itu....
    Said Topo on 2012-05-21 06:36:00
  6. Bpk Presiden Yang Terhormat. Kami kaum minoritas sudah terlau sering di aniaya, ...
    Said Francis Haryanto on 2012-05-21 06:29:00
  7. Indonesia negara Pancasila, tapi nyatanya seperti  negara atheis. ...
    Said Omar Sarif on 2012-05-19 18:42:00
  8. Berbicara itu gampang tetapi melaksanakannya itu yang sulit. butuh komitmen yang...
    Said Sd_santofransiskus on 2012-05-19 15:55:00
  9. Mr. Presiden yang terhormat, sebaiknya jangan hanya banyak kata yang terus dilon...
    Said Ltumuka on 2012-05-19 10:54:00
  10. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00