UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

“Surrogacy,” umat Katolik Taiwan minta agar dilarang

30/06/2010

“Surrogacy,” umat Katolik Taiwan minta agar dilarang thumbnail

Suster Arlene Te (kiri)dan Victor Chang, keduanya dokter di "Cardinal Tien Hospital," mendukung desakan pelarangan itu

Surrogacy “melanggar etika keluarga, martabat manusia, dan tugas ibu,” kata umat Katolik di Taiwan.

Mereka mendesak pemerintah untuk menghentikan fenomena penggunaan ibu pengganti (surrogacy) yang semakin meningkat dan menyerukan agar teknologi prokreasi alamiah dipromosikan.

Desakan ini diajukan setelah tersiar berita tentang sejumlah perempuan Uzbekistan yang dibayar untuk melahirkan apa yang dikenal dengan “golden dolls” (boneka emas) – anak-anak campuran Kaukasia – bagi dua pria Cina melalui inseminasi buatan.

Artificial Reproduction Act (Undang Undang Reproduksi Artifisial) yang disetujui di Taiwan tahun 2007, melarang seleksi seks janin dan penggunaan embrio untuk penelitian, serta perdagangan embrio manusia, sperma atau telur.

Tapi UU tersebut tidak sepenuhnya berurusan dengan masalah surrogacy karena beberapa kelompok agama menentang pembahasan hal tersebut. Sekalipun praktek ini secara teknis bersifat ilegal namun iklan melalui Internet oleh banyak agen terjadi di mana-mana.

“Kesalahan terbesar UU tersebut untuk mengganti para ibu adalah bahwa UU itu menganggap tubuh perempuan dan janin hanya sebagai “alat,” yang membuat hubungan ibu-anak menjadi tidak manusiawi,” kata Pastor Louis Aldrich, direktur Human Life Ethical Research Center di Fu Jen Catholic University.

Sekarang ini, UU tersebut membatasi penggunaan teknologi reproduksi sebagai bantuan bagi para pasangan menikah. Tapi Pastor Aldrich memperingatkan bahwa legalisasi surrogacy bisa mengarah pada legalisasi perkawinan homoseksual dan kaum homoseksual yang menuntut hak untuk membesarkan anak.

Suster Arlene Te dan Victor Chang, keduanya dokter di Cardinal Tien Hospital, mendukung seruan pelarangan tersebut. Mereka mengatakan bahwa Gereja Katolik di Taiwan mendukung Creighton Model Fertility Care System, sebuah cara alamiah untuk meningkatkan kesuburan.

“Dengan menggunakan perawatan yang sesuai dengan siklus menstruasi dan kesuburan perempuan, sistem Creighton ini sudah berhasil kami gunakan di rumah sakit kami untuk membantu banyak pasangan memperoleh anak. Banyak pasangan bahkan gagal ketika menggunakan teknologi reproduksi buatan,” kata Suster Te.

Oleh Francis Kuo, ucanews.com, Taipei, Taiwan

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ziarah Santa Maria Fatima
  3. KTT NATO di AS disambut demonstrasi
  4. Pemuka agama cari jalan untuk akhiri bunuh diri
  5. Lebih dari 200 ribu perokok berusia di bawah 10 tahun
  6. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  7. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  8. Umar Patek minta maaf kepada umat Kristiani
  9. Kelompok HAM Asia desak bupati lindungi jemaat HKBP Filadelfia
  10. Pastor ikut pulihkan peziarah Lourdes akibat kecelakaan
  1. Kelompok HAM Asia desak bupati lindungi jemaat HKBP Filadelfia
  2. Umar Patek minta maaf kepada umat Kristiani
  3. Film “Soegija” diputar di Semarang kemarin
  4. Pastor: UNTAS harus rangkul semua eks Timtim
  5. Publikasi ‘VatiLeaks adalah tindakan kriminal’
  6. Saatnya program MA masuk dalam pendidikan agama Katolik
  7. Larangan beribadah harus dilaporkan ke Dewan PBB
  8. Uskup Ishak Doera majukan orang Dayak
  9. Hidayat siap rangkul umat Katolik
  10. Pemuka agama cari jalan untuk akhiri bunuh diri
  1. Tuhan Yesus tidak menganjurkan KB. Kepada Dwi, seorang wanita Muslim di Indonesi...
    Said Akong_stephen on 2012-05-21 13:12:00
  2. Aparat hukum harus keras menjalankan tugasnya yaitu melindungi siapapun yang ber...
    Said Akong_stephen on 2012-05-21 13:05:00
  3. Jadikanlah diri kita menjadi sumber Kasih bagi mereka yang menganiaya sesamanya ...
    Said Eliasabul on 2012-05-21 11:28:00
  4. NATO (NO ACTION TALK ONLY) itulah presiden negara saya......
    Said Topo on 2012-05-21 06:38:00
  5. Ini semua terjadi karena pemimpin kita adalah orang yang ada di balik ormas itu....
    Said Topo on 2012-05-21 06:36:00
  6. Bpk Presiden Yang Terhormat. Kami kaum minoritas sudah terlau sering di aniaya, ...
    Said Francis Haryanto on 2012-05-21 06:29:00
  7. Indonesia negara Pancasila, tapi nyatanya seperti  negara atheis. ...
    Said Omar Sarif on 2012-05-19 18:42:00
  8. Berbicara itu gampang tetapi melaksanakannya itu yang sulit. butuh komitmen yang...
    Said Sd_santofransiskus on 2012-05-19 15:55:00
  9. Mr. Presiden yang terhormat, sebaiknya jangan hanya banyak kata yang terus dilon...
    Said Ltumuka on 2012-05-19 10:54:00
  10. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00