
Lagu-lagu rohani tradisional Korea mulai populer bagi khalayak lokal, sebagaimana terlihat dalam jumlah peminat yang hadir.
Agnes Kim Eun-ok, pemimpin kelompok khusus yang mendukung usaha untuk mempopulerkan lagu-lagu rohani Katolik melalui kelompok paduan suara, mengatakan bahwa dia melihat ada peningkatan minat sejak konser pertama dari serangkaian konser yang dimulai tahun 2007.
“Lagu-lagu rohani Korea sangat menyentuh saya, sehingga saya merasa tertolong untuk bertemu dengan Allah. Itulah pertama kali saya mengalami suatu kegembiraan besar dalam kehidupan iman saya,” kata Kim kepada ucanews.com setelah konser yang dihadiri oleh sekitar 300 orang di Gereja Ilsan di Goyang, bagian barat laut yang bertetangga dengan Seoul, pada 27 Juni.
Konser yang mementaskan lagu-lagu rohani Korea itu diiringi oleh sebuah orkes tradisional, bekerja sama dengan berbagai kelompok paduan suara dari Keuskupan Agung Seoul dan Keuskupan Agung Kwangju, serta Keuskupan Suwon dan Keuskupan Uijeongbu.
Para artis juga, dengan mementaskan sebuah lagu doa tradisional melalui tarian, membuat para penonton terpukau.
“Kerja keras para artis dan anggota paduan suara itu berperan besar dalam membuat lagu-lagu rohani Korea meraih popularitasnya,” kata Kim.
Pastor Paul Mary Kang Su-gun, yang menjadi dirigen, mengatakan kepada ucanews.com bahwa umat Katolik setempat sering merasa kurang cocok dengan lagu-lagu rohani Korea, karena mereka sudah sedemikian terbiasa dengan lagu-lagu rohani asing dari luar.
“Situasi menjadi semakin buruk karena tidak adanya latihan bagi kelompok-kelompok paduan suara Korea,” katanya.
“Untuk mengatasi masalah ini, kami mencoba untuk membentuk sebuah kelompok paduan suara khusus di setiap keuskupan untuk menyanyikan lagu-lagu rohani Korea,” kata Pastor Kang, yang juga mengetuai Institute of Korean Hymns.
Oleh Paul Hwang, ucanews.com, Seoul, Korea