
Lokakarya baru tentang HIV/AIDS dan pencegahannya, kata para penganut dari berbagai agama yang berbeda, akan membantu mereka merawat para penderita dengan lebih baik.
Sekitar 100 umat Budha, Katolik, Muslim, dan Protestan menghadiri sebuah lokakarya yang diselenggarakan 22-23 Juli di sebuah klinik amal yang dikelola oleh para suster Putri Maria Dikandung tanpa Noda di Hue.
Selain berbagi pandangan tentang pencegahan dan perawatan AIDS, para peserta juga mengunjungi pasien dan klinik-klinik untuk pasien AIDS yang miskin, baik yang dikelola oleh umat Katolik maupun Budha.
“Umat Budha dan Katolik telah menjalin bekerja sama yang erat dalam pencegahan dan pengobatan HIV/AIDS selama bertahun-tahun,” kata Bich Chau, seorang biksuni.
Biksuni berusia 49 tahun, yang telah berkaryua di sebuah kuil di Hue, mengatakan bahwa umat dari kedua komunitas agama saling mengadakan kunjungan dan memberi perawatan medis maupun bantuan material kepada 100 pasien di Propinsi Thua Thien-Hue.
Umat Budha setempat dulu mendiskriminasikan penderita HIV/AIDS, karena takut bahwa diri mereka sendiri bisa terinfeksi, kata biksuni tersebut.
“Kami telah mengadakan berbagai program pendidikan HIV/AIDS di berbagai kuil selama bertahun-tahun dan sekarang diskriminasi itu menurun drastis,” lanjutnya.
Nordic Assistance to Vietnam (NAV) telah mendanai kegiatan mereka sejak tahun 1996.
Sekitar 72.000 Muslim di Vietnam tidak memiliki program kesehatan untuk pasien HIV/AIDS, kata Haji Ly Du So, seorang pekerja Muslim, kepada ucanews.com.
“Lokakarya ini akan memungkinkan kita melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi para pasien di Propinsi An Giang.”
Seorang wakil Protestan dari Hanoi mengatakan, ia belajar banyak hal yang berguna melalui lokakarya ini dan akan membagikan semua ini dengan para rekan kerjanya.
Menurut data pemerintah, Vietnam memiliki 160.000 penderita HIV.
Oleh Reporter ucanews.com, Hue, Vietnam