
Seorang imam yang sekaligus seniman di bidang kaca berwarna memberikan studionya kepada keuskupan agungnya untuk dikelola dengan harapan bahwa seni ini bisa berkembang dalam Gereja di Korea.
Pastor Paul Won Dong-su dari Keuskupan Agung Daegu menekuni seni kaca berwarna itu selama 20 tahun dan bahkan mendirikan Gallery dan Stained Glass Laboratory dengan menggunakan namanya sendiri.
Imam 56 tahun itu menyerahkan studio dua lantai milik pribadinya itu kepada keuskupan agung pada 25 Juli dalam sebuah acara sederhana.
“Saya membangunnya dengan semua yang saya miliki namun memutuskan untuk memberikannya kepada keuskupan agung untuk memperingati 100 tahun keuskupan agung,” kata Pastor Won kepada ucanews.com.
Keuskupan Agung akan merayakan ulang tahun ke 100 pada tahun 2011.
Imam itu mengatakan, dia berharap studio itu akan membantu mengembangkan seni dalam Gereja lokal dan agar banyak orang akan tertarik dengan seni tersebut.
Pastor Won belajar melukis dan desain kaca di berbagai perguruan tinggi di Amerika Serikat di awal tahun 1990-an. Dia mendirikan studio di lahan seluas 990 meter persegi itu setelah kembali ke Korea Selatan dengan biaya sebesar US $168.000.
Imam itu telah menciptakan jendela kaca berwarna untuk banyak paroki di Keuskupan Agung Seoul dan Keuskupan Agung Daegu, serta Keuskupan Andong, Keuskupan Jeonju, Keuskupan Masan, dan Keuskupan Suwon.
Dia percaya bahwa dia adalah satu-satunya imam di Gereja Korea yang menekuni seni tersebut.
Beberapa karya kaca berwarna dan lukisan sedang dipamerkan di studio itu selama 11-31 Juli, serta karya-karya dari para seniman lain.
Oleh Paul Hwang, ucanews.com, Seoul, Korea