
Sebuah pusat Katolik di Goa dipaksa untuk menghilangkan beberapa lukisan kontroversial dari sebuah pameran seni, setelah para ekstremis Hindu mengancam akan memenggal kepala pelukisnya.
Xavier Centre of Historical Research, sebuah institusi Yesuit di pinggiran Panaji, ibukota Negara Bagian Goa, mengatakan telah “menghilangkan untuk sementara” tiga lukisan karya Jose Pereira, pelukis dan sekaligus pakar tentang seni asal Goa yang menetap di Amerika Serikat.
Ancaman Hindu Janajagruti Samiti (Forum Penyadaran Hindu) untuk memenggal kepala pelukis berusia 89 tahun itu “memaksa kami untuk menarik lukisannya,” kata institusi itu pada 27 Juli.
Serangkaian lukisan yang disebut Epiphanies of the Hindu Gods itu merendahkan dewa-dewa Hindu, kata kelompok garis keras Hindu itu.
Lukisan-lukisan menggambarkan Dewa Hindu Siwa menari bersama enam gadis telanjang dan Dewa Krishna dalam ekstasi seksual di tengah-tengah beberapa perempuan.
Lukisan-lukisan itu merupakan bagian dari 16 karya seni yang dipamerkan di pusat tersebut.
Kami berada di bawah tekanan kuat dari forum tersebut, jadi “untuk sementara kami menarik beberapa lukisan agar tidak menimbulkan pertikaian antaragama,” kata Pastor Delio Mendonca, direktur pusat itu.
“Kami mendapat sejumlah telpon dari orang yang tak dikenal yang memberi ancaman-ancaman kekerasan, salah satunya adalah pemenggalan kepala sang pelukis,” katanya.
Ketiga lukisan tersebut dibuat berdasarkan inspirasi dari kitab-kitab klasik Hindu dan pukan “hasil temuan saya,” kata Pereira, sang pelukis.
“Saya mengajarkan teologi Hindu dan bepergian ke seluruh India untuk belajar tentang patung-patung di berbagai kuil. Bagi saya, mitologi Hindu dan Penyaliban merupakan dua obsesi besar,” katanya.
Pereira, yang menderita penyakit Parkinson, telah menulis lebih dari 20 buku. Dia sekarang berada di Goa untuk meluncurkan buku baru tentang musik masyarakat Goa dan membenahi lukisan yang dia sumbangkan kepada pusat Jesuit itu satu dekade lalu.
Pameran yang sama, yang baru-baru ini diadakan di New Delhi, mendapat pujian masyarakat, kata Vivek Menezes, kurator pameran itu.
Untuk sementara, Forum Hindu itu mengajukan keluhan kepada pemerintah untuk memprotes lukisan-lukisan “yang menista.” Mereka juga mengajukan keluhan terhadap Pereira karena menyakiti rasa keagamaan umat Hindu.
Oleh Bosco de Souza Eremita, ucanews.com, Panaji, India