UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Kolkata lihat kembali kehidupan Ibu Teresa

11/08/2010

Kolkata lihat kembali kehidupan Ibu Teresa thumbnail

Para mahasiswa “St Xavier's College” merekam kesaksian tentang Ibu Teresa.

Beberapa mahasiswa media dan pembuat film muda memperingati 100 tahun kelahiran Ibu Teresa dengan merekam pandangan masyarakat di Kolkata tentang biarawati yang dihormati itu.

Sekitar 30 mahasiswa dari St. Xavier’s College, pusat media Chitrabani (gambar dan suara) yang dikelola Yesuit, dan pusat Gereja Sidang Jemaat Allah merekam berbagai kesaksian dari sebanyak mungkin orang dari semua sektor kehidupan.

Samhudi Parveen Khan, seorang wartawan-video, mengatakan bahwa bahkan saat masih kecil dia sangat terpesona melihat kehidupan Beata Teresa, yang membuat kota di India timur itu sebagai basis untuk karya cinta kasihnya.

Beata Teresa lahir pada 26 Agustus 1910, dari orangtua Albania. Dia tiba di India pada usia 19 tahun, setelah itu ia memulai misinya untuk melayani “yang termiskin dari kaum miskin” di daerah kumuh Kolkata hingga kematiannya pada tahun 1997.

Perekaman pandangan masyarakat itu benar-benar “mengilhami,” kata Khan, yang menjadi koordinator mahasiswa dari Fakultas Komunikasi Massa dan Videografi dari St. Xavier’s College di Kolkata.

Semua orang yang diwawancarai sejauh ini memiliki cerita pribadi tentang biarawati dan bagaimana mereka “tersentuh oleh tokoh legendaris ini,” kata Khan.

Setiap kesaksian akan diedit menjadi sebuah video utuh berdurasi 6-90 detik. Ini akan diputar dalam Mother Teresa International Film Festival pada 26-29 Agustus, kata Sunil Lucas, direktur festival itu

Orang-orang yang sezaman dengan Ibu Teresa “perlahan-lahan lenyap. Kami ingin menangkap kenangan orang-orang itu, terutama mereka yang mengenalnya secara pribadi, dan untuk menyajika itu semua kepada generasi muda,” katanya.

Banyak anak muda tidak banyak tahu tentang Ibu Teresa, kata Lucas, sambil menambahkan bahwa proyek ini juga akan membantu mereka yang terlibat di dalamnya untuk memahami apa yang diperjuangkan Ibu Teresa.

Setelah pemutaran, film-film itu akan diserahkan kepada Misionaris Cinta Kasih, tarekat yang didirikan oleh Ibu Teresa, katanya.

Oleh Julian S. Das, ucanews.com, Kolkata, India

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Kenapa Pria Modern Perlu Belajar dari Santo Yosef?
  2. Jelang prosesi Jumat Agung di Larantuka, rumah warga jadi "home stay"
  3. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  4. 10 Pelajaran Dari Kesuksesan Singapura Bersama Lee Kuan Yew
  5. Ajaran membunuh di Buku Agama tak ada dalam Alquran, kata Syaffi Maarif
  6. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  7. Kenangan Jo Seda sang tokoh pendiri Unika Atma Jaya
  8. Ketakutan dan kemarahan orang Kristen menyusul pemboman gereja di Pakistan
  9. Menteri Anies: Tarik buku agama ajarkan membunuh kafir
  10. Otoritas Tiongkok di Harbin menahan dua imam 'bawah tanah’
  1. Setengah juta orang dukung petisi online membebaskan Asia Bibi
  2. Renungan Hari Minggu Palma bersama Pastor Bill Grimm
  3. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  4. Kenangan Jo Seda sang tokoh pendiri Unika Atma Jaya
  5. OASE: Agama sering jadi monster perampas HAM
  6. Polisi India menangkap pelaku perkosaan biarawati
  7. Uskup ingatkan umat terkait penyaliban diri pada Jumat Agung
  8. Ratusan tunawisma diundang Vatikan untuk makan malam dan tour ke museum
  9. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  10. Pemerintah didesak revisi UU Kebebasan Berbicara dan Berkumpul untuk melawan ISIS
  1. Online atau off-line kan sama haramnya... ?...
    Said on 2015-03-26 05:49:00
  2. Dahulu hukuman kepada anak, menulis dengan tangan beberapa ratus kali suatu kali...
    Said on 2015-03-24 07:53:00
  3. 1.mestinya tulisan ttg ajaran suatu agama perlu ada imprimatur/editing akhir seb...
    Said maryonobernardus on 2015-03-24 07:35:00
  4. Inilah harus diingat oleh pemerintah tentang hukuman mati: 1) menghukum mati seo...
    Said on 2015-03-24 07:15:00
  5. Untuk Indonesia, mengingat banyaknya krimiminalitas, serta tidak sebanyak orang ...
    Said on 2015-03-14 08:05:00
  6. Long live minister Jonan ...
    Said Ye Bambang Tri on 2015-03-14 06:55:00
  7. Menurut saya untuk Indonesia, jika benar semua agama yg sah berada di Indonesia ...
    Said Ambrosius Wahono on 2015-03-13 09:55:00
  8. Menghitung orang mati karena narkoba? Sepuluh atau limapuluh tidak ada beda - m...
    Said on 2015-03-13 07:15:00
  9. Dalam hal ini nampak bukan saja ketegasan, tetapi lebih lebih adalah kesombongan...
    Said on 2015-03-13 07:00:00
  10. Presiden ini tidak akan mampu menyelamatkan TKI dari eksekusi mati! Yang di depa...
    Said on 2015-03-13 06:43:00
UCAN India Books Online