UCAN Indonesia Catholic Church News
LA CIVILTÀ CATTOLICA

Gereja perlu lenyapkan pemikiran keliru tentang HIV/AIDS

12/08/2010

Gereja perlu lenyapkan pemikiran keliru tentang HIV/AIDS thumbnail

Monsignor Robert J. Vitillo, Penasehat Khusus Caritas untuk HIV/AIDS

Gereja di Myanmar perlu mencari cara-cara untuk menolong orang-orang di paroki untuk secara positif tanggap terhadap para penderita HIV/AIDS, kata seorang pejabat Caritas.

Umat Katolik juga perlu melenyapkan diskriminasi dan padangan keliru seputar penyakit tersebut dan memperhatikan para penderita ini, kata Monsignor Robert J. Vitillo.

Imam yang berbasis di Geneva, yang adalah Penasehat Khusus Caritas untuk HIV/AIDS, menjadi nara sumber dalam sebuah lokakarya tentang HIV/AIDS yang diadakan di pusat Konferensi Waligereja Myanmar di Yangon dari 30 Juli hingga 8 Agustus.

Dalam wawancara berikut ini, dia berbicara tentang berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelayanan HIV/AIDS dan menganjurkan agar Gereja di Myanmar dapat lebih jauh mengembangkan pelayanan tersebut untuk menolong para penderita HIV/AIDS.

T: Apa kesan Anda tentang tanggapan Gereja Myanmar terhadap HIV/AIDS?

J: Dalam lokakarya, kita mendengarkan sharing dari para penderita HIV. Sepasang suami-istri ingin mati ketika pertama kali mereka tahu bahwa mereka terinfeksi virus tersebut. Tetapi para anggota dan pemimpin Gereja menolong mereka, merawat mereka, dan menemukan pekerjaan bagi mereka. Dan kini, pasangan ini menolong orang lain yang menderita HIV.

Kita juga mendengar tentang umat Katolik yang takut mengatakan kepada pastor atau suster bahwa mereka terinfeksi karena takut ditolak. San saya kira itulah tantangan terbesar bagi Gereja di Myanmar.

Gereja di Myanmar perlu mencari cara-cara untuk menolong orang di paroki agar bisa secara positif tanggap dan bukan takut terhadap HIV/AIDS, dan untuk mengerti secara jelas bahwa orang tidak akan terjangkit HIV karena menolong penderita AIDS, karena berada di ruang yang sama dengan penderita, atau merawat mereka ketika mereka sakit.

Para pemimpin agama benar-benar berupaya untuk mencari cara terbaik untuk meredam ketakutan, stigma, dan diskriminasi menyangkut para penderita HIV, dan perlu membuat paroki terbuka untuk merawat para penderita tersebut.

Para imam perlu menjangkau para penderita dan memberi pelayanan sakramen, bukan menolak mereka.

T: Apa yang diharapan dari lokakarya yang baru dilakukan?

J: Para peserta diminta untuk membuat rencana lokakarya mendatang dan mereka berjanji untuk bekerja sama dengan para uskup. Saya mendorong mereka untuk menerapkan apa yang mereka rencanakan. Saya kira, membuat rencana itu satu hal, dan menerapkannya itu merupakan hal lain.

Saya berharap bahwa sebuah jaringan yang dikoordinasi oleh seorang suster Maryknoll akan bisa menjangkau para imam dan menolong mereka untuk menerapkan berbagai hal yang mereka rencanakan.

T: Apa kesan yang tak terlupakan dalam pelayanan Anda terhadap HIV/AIDS?

J: Ada satu hal kesan tak terlupakan, yang saya peroleh dari para penderita AIDS. Banyak dari mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka memperdalam iman mereka dan hubungan mereka dengan Allah justru karena penyakit yang mereka derita itu. Sekalipun banyak penderitaan telah mereka alami, mereka bahkan memiliki lebih banyak waktu untuk Allah dan memiliki hubungan baik dengan Allah.

T: Tantangan-tantangan apa yang dihadapi dalam pelayanan terhadap HIV/AIDS?

J: Saya kira, beberapa kelompok menghadapi sejumlah tantangan lain karena terkait dengan kemiskinan, ketidakadilan, dan distriminasi . Gereja dan masyarakat perlu memperhatikan hal-hal tersebut.

Satu tantangan lain yang kadang-kadang muncul di Gereja kita yaitu bahwa mereka menganggap diri sebagai orang Katolik yang baik dan sangat cepat menghakimi orang lain. Mereka mengira bahwa para penderita HIV itu terkena hukuman Allah karena perbuatan mereka yang penuh dosa.

Di banyak tempat dan situasi lainnya, berbagai organisasi lain tidak paham tentang karya dan ajaran Gereja. Dan pekerjaan saya di PBB di Geneva adalah berusaha menolong orang lain untuk paham apa yang sedang dilakukan Gereja dan bagaimana Gereja melakukannya bagi bagi penderita HIV/AIDS, dan peran Gereja dalam memerangi AIDS.

Oleh Reporter ucanews.com, Yangon, Myanmar

One Comment on "Gereja perlu lenyapkan pemikiran keliru tentang HIV/AIDS"

  1. Tweets that mention Gereja perlu lenyapkan pemikiran keliru tentang HIV/AIDS  | Berita online Gereja Katolik Indonesia -- Topsy.com on Thu, 12th Aug 2010 4:19 pm 

    […] This post was mentioned on Twitter by Shemis Test, CathNews Indonesia. CathNews Indonesia said: Gereja perlu lenyapkan pemikiran keliru tentang HIV/AIDS http://bit.ly/c0L3ay […]




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Etnis Rakhine tolak status kewarganegaraan Rohingya
  2. Calon terkuat pemimpin Hong Kong ini bicara soal iman Katolik
  3. Vietnam tangkap dua blogger karena melawan pemerintah
  4. Hati yang beku akan membuatmu berpaling dari Tuhan
  5. Pelaku pedofilia berkeliaran di Indonesia, keluarga Katolik cemas
  6. Tokoh Katolik ini calon presiden terkuat Korea Selatan
  7. Bangladesh waspadai kebangkitan militansi Muslim
  8. Ribuan umat Katolik hadiri acara tahbisan Uskup Sintang
  9. Paus minta para imam agar selalu mau mendengar pengakuan
  10. Vatikan khawatir dengan aturan baru bagi gereja Cina
  1. industri malah sering bikin susah.. di Indonesia saat ini petani menolak dibangu...
    Said Jenny Marisa on 2017-03-23 11:34:22
  2. alam yang subur, tanah pertanian, perkebunan sayang kalau digunakan untuk indust...
    Said Jenny Marisa on 2017-03-23 08:57:04
  3. Tetap maju terus perjuangan hidup di planet ini penjara besar sudah terlepas mak...
    Said NIKODEMUS KOWIP on 2017-03-21 15:38:37
  4. Agak kecewa sih sebenarnya, tapi ya sudahlah apa boleh buat.tetep semangat aja b...
    Said Noendi on 2017-03-21 15:06:40
  5. memang dilema misa perkawinan dengan lagu2 berirama pop. di madah bakti dan puji...
    Said billy suandito on 2017-03-21 11:27:37
  6. profisiat untuk keuskupan agung semarang, yang telah mendapat Uskup Baru....
    Said rony on 2017-03-21 09:49:12
  7. KHususnya pekerja di Indonesia, bahwa Perusahaan adalah segalanya, pemerintah pu...
    Said anterajaya on 2017-03-17 08:49:31
  8. Salam...
    Said Victor WP on 2017-03-15 20:36:20
  9. Permohonan maaf secara terbuka kiranya dapat menggantikan rasa luka hati sekalig...
    Said Jenny Marisa on 2017-03-14 11:12:34
  10. tetap semangat !!!...
    Said leo Agung Christanto on 2017-03-14 09:20:31
UCAN India Books Online