
Sebanyak 39 pria muda diterima sebagai novis di Novisiat Serikat Sabda Allah (SVD) di Nenuk, Nusa Tenggara Timur, dalam upacara Misa akhir pekan lalu.
Sebagai tanda penerimaan mereka dalam komunitas tersebut, mereka diberi jubah (putih) dalam perayaan Ekaristi yang diadakan pada 27 Agustus di novisiat yang berada di Kabupaten Belu tersebut.
Mereka semua adalah orang-orang terpilih untuk bergabung dengan tarekat, kata provincial SVD untuk regio Timor, Pastor Simon Bataona SVD dalam Misa penerimaan itu. Sebanyak 15 pastor SVD turut merayakan Misa yang dihadiri keluarga para novis dan umat Katolik di sekitar.
“Dengan menerima jubah ini berarti saya memiliki hidup baru. Sekarang saya siap untuk mengikuti Yesus sampai akhir hidup saya,” kata Jefrianus Seran Tahu, salah satu novis, kepada ucanews.com.
Dia juga berjanji untuk setia kepada pilihannya, “karena ini merupakan jalan kebebasan yang saya pilih dengan rasa cinta.”
Pastor Salvator Towary SVD, yang juga menangani bidang pendidikan seminari tarekat tersebut, mengatakan, menerima jubah artinya bersedia untuk setia mengiktui Yesus.
Pembina komisi kepemudaan Keuskupan Atambua ini menambahkan ‘kesucian dari jubah harus selalu dipertahankan.’
Sementara itu Pastor Stanis Kofi, direktur novisiat Nenuk, mengakui bahwa para novis yang baru diterima itu sudah melalui proses seleksi yang ketat.
Dia menambahkan bahwa di novisiat mereka akan ditempat menjadi ‘yang terbaik’ sehingga mereka kelak bisa mewartakan Kerajaan Allah.
Paulus Luan, ayah dari salah satu novis, mengatakan dia sangat bangga dengan anaknya. “Sebagai ayah, saya akan selalu mendukung anak saya supaya setiap pada panggilan Yesus. Saya akan selalu mendoakan dia,” ujarnya.
Fransiskus P. Seran, ucanews.com Nenuk