UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

Upacara tradisional satukan Suku Kayin

30/08/2010

Upacara tradisional satukan Suku Kayin thumbnail

Seorang perempuan sepuh mengikat tali putih dipergelangan tangan seorang gadis remaja.

Acara tradisional tahunan “pengikatan lengan” dari Suku Kayin, yang hampir punah, kini mulai digalakkan berkat peran utama Keuskupan Mawlamyine dalam menggalakkan kem,bali tradisi tersebut.

Sekitar 300 penganut kepercayaan asli, Anglikan, Baptis, Katolik, Budha, dan Mehodis berkumpul di Katedral Keluarga Kudus pada 25 Agustus untuk upacara tersebut yang oleh Uskup Raymond Saw Po Ray digambarkan sebagai “sebuah simbol” persatuan budaya. “Kami menyelenggarakan hal ini untuk memberdayakan masyarakat agar bertemu satu sama lain dan saling berbagi pengalaman baik dan buruk,” katanya.

Upacara mengikat lengan tersebut merupakan sebuah adat Etnis Kayin untuk mendorong kaum muda melestarikan tradisi nenek moyangnya dan untuk menjaga hubungan baik satu sama lain, kata Uskup Po Ray. Dalam upacara tersebut, masyarakat saling mengikat benang atau pita di lengan untuk menunjukkan tali persaudaraan atau untuk mengusir roh-roh jahat.

U Saw Tar Plar, wakil sekretaris Komisi Budaya Kayin, menjelaskan bahwa tujuh hal utana diperlukan dalam upacara tersebut.

Yang pertama adalah sendok kayu panjang, yang merupakan alat sangat penting, dan digunakan untuk mengaduk dan mengncampur nasi dan santan kelapa.

Yang berikut, gumpalan bola nasi yang menyimbolkan persatuan masyarakat Kayin.

Sebuah paket nasi ketan dalam bungkusan daun pisang yang menyimbolkan perlunya persatuan.

Batang tebu, yang manis dan yang bisa tumbuh dari stik, menyimbolkan pertumbuhan dan penyebaran masyarakat Etnis Kayin.

Bunga Nat-pan-nyo, yang hanya tumbuh di Negara Bagian Kayin dan bisa bertahan dalam semua iklim, menandakan perlunya ketahanan dalam mengatasi kesukaran dan kesulitan.

Akhirnya, bejana air yang berisi air murni menyimbolkan kesederhanaan dan persahabatan masyarakat Etnis Kayin.

Keuskupan Mawlamyine sudah melaksanakan upacara tradisional ini selama delapan tahun terakhir dan jumlah peserta terus bertambahn dari tahun ke tahun, kata U Tar Plar menjelaskan.

Adat istiadat ini hampir punah di abad ke-20 setelah sejumlah orang Kristen melarang adat tersebut dipraktekkan.

Namun hal ini berubah setelah masyarakat sadar akan pentingnya tradisi dan kebudayaan, kata Uskup Po Ray.

Oleh Reporter ucanews.com, Mawlamyine, Myanmar

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ziarah Santa Maria Fatima
  3. KTT NATO di AS disambut demonstrasi
  4. Pemuka agama cari jalan untuk akhiri bunuh diri
  5. Lebih dari 200 ribu perokok berusia di bawah 10 tahun
  6. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  7. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  8. Umar Patek minta maaf kepada umat Kristiani
  9. Pastor ikut pulihkan peziarah Lourdes akibat kecelakaan
  10. Istri Bill Gates, seorang Katolik, dukung pengendalian kelahiran
  1. Kelompok HAM Asia desak bupati lindungi jemaat HKBP Filadelfia
  2. Umar Patek minta maaf kepada umat Kristiani
  3. Film “Soegija” diputar di Semarang kemarin
  4. Pastor: UNTAS harus rangkul semua eks Timtim
  5. Publikasi ‘VatiLeaks adalah tindakan kriminal’
  6. Saatnya program MA masuk dalam pendidikan agama Katolik
  7. Larangan beribadah harus dilaporkan ke Dewan PBB
  8. Uskup Ishak Doera majukan orang Dayak
  9. Hidayat siap rangkul umat Katolik
  10. Pemuka agama cari jalan untuk akhiri bunuh diri
  1. Tuhan Yesus tidak menganjurkan KB. Kepada Dwi, seorang wanita Muslim di Indonesi...
    Said Akong_stephen on 2012-05-21 13:12:00
  2. Aparat hukum harus keras menjalankan tugasnya yaitu melindungi siapapun yang ber...
    Said Akong_stephen on 2012-05-21 13:05:00
  3. Jadikanlah diri kita menjadi sumber Kasih bagi mereka yang menganiaya sesamanya ...
    Said Eliasabul on 2012-05-21 11:28:00
  4. NATO (NO ACTION TALK ONLY) itulah presiden negara saya......
    Said Topo on 2012-05-21 06:38:00
  5. Ini semua terjadi karena pemimpin kita adalah orang yang ada di balik ormas itu....
    Said Topo on 2012-05-21 06:36:00
  6. Bpk Presiden Yang Terhormat. Kami kaum minoritas sudah terlau sering di aniaya, ...
    Said Francis Haryanto on 2012-05-21 06:29:00
  7. Indonesia negara Pancasila, tapi nyatanya seperti  negara atheis. ...
    Said Omar Sarif on 2012-05-19 18:42:00
  8. Berbicara itu gampang tetapi melaksanakannya itu yang sulit. butuh komitmen yang...
    Said Sd_santofransiskus on 2012-05-19 15:55:00
  9. Mr. Presiden yang terhormat, sebaiknya jangan hanya banyak kata yang terus dilon...
    Said Ltumuka on 2012-05-19 10:54:00
  10. Mungkin gedung sebaiknya dijual untuk klinik, apotik dll.   lalu cari tempat lai...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-18 22:54:00