
Kerabat Kerja Ibu Teresa (KKIT) di Indonesia melakukan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati 100 tahun kelahiran Ibu Teresa.
Antara lain, mereka memberikan bantuan kepada pemulung dan pekerja seks untuk membantu mereka merayakan Idul Fitri pada 10-11 Septermber mendatang.
Anggota KKIT juga memberikan pengobatan gratis, makanan suplemen dan susu untuk bayi.
“Kita harus mengasihi mereka yang terlupakan dan melayani mereka,” kata koordinator KKIT Maria Theresia Soewadji.
Kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka perayaan seratus tahun Ibu Teresa di Jakarta pada 26 Agustus lalu.
Sehari sesudahnya, kelompok ini menyelenggarakan Misa khusus di Gereja Katedral Maria Diangkat Ke Surga yang dipimpin Uskup Agung Ignatius Suharyo dan empat imam.
Ibu Teresa “merupakan salah satu tokoh spiritual dunia,” kata Mgr Suharyo dalam kotbahnya.
Dia juga menekankan bahwa pelayanan orang Katolik kepada orang lain harus mencerminkan cinta Allah kepada manusia.
Pameran yang menampilkan karya Mother Teresa juga diselenggarakan di aula paroki Katedral.
Kerabat Kerja Ibu Teresa merupakan bagian dari Asosiasi Kerabat Kerja Ibu Teresa Internasional.
Kegiatan cabang Indonesia dimulai tahun 1985 dengan mengunjungi orang sakit, miskin dan jompo. Anggota KKIT saat ini mencapai 206 orang.
Ibu Teresa meninggal tahun 1997 dan dibeatifikasi oleh Vatikan tahun 2003.
Konradus Epa, ucanews.com Jakarta