
Gereja Katolik di Australia memerlukan misionaris Filipina “untuk kembali membangkitkan iman” yang terancam akibat meningkatnya “sekularisasi” dalam masyarakat, kata seorang uskup Australia.
Uskup Townsville Mgr Michael Ernest Putney, yang berada di Filipina untuk Peringatan 300 Tahun Devosi kepada Perawan Maria Peñafrancia, mengatakan Gereja di Australia memerlukan misionaris dari negara-negara seperti Filipina.
“Kami membutuhkan bantuan dari negara-negara seperti Filipina yang imannya masih kuat — untuk membangkitkan iman agar kami bisa melihat kembali siapa diri kami sendiri,” kata Uskup Putney.
Dia mengatakan, umat Katolik Filipina di keuskupannya di Australia “benar-benar menjadi terang bagi evangelisasi.”
Orang Filipina sendiri, katanya, merupakan satu persen dari total populasi dan kebanyakan dari mereka menghadiri Misa hari Minggu.
“Umat Filipina berperan penting karena mereka terlibat dalam seluruh pelayanan dan bekerja keras untuk mengembangkan paroki,” tambah Uskup Putney.
Prelatus itu juga mengungkapkan bahwa dia memiliki dua imam Filipina dari Keuskupan Agung Caceres dan tiga suster dari Tarekat Maria Bunda Gereja.
Kunjungannya ke Filipina, katanya, merupakan cara untuk menunjukkan rasa terima kasihnya kepada umat Filipina, terutama dari Keuskupan Agung Caceres.
“Kami sangat berharap bahwa kerja sama ini akan berlanjut sampai kami menjadi cukup kuat,” kata Uskup Putney.
Dia meminta umat Filipina agar “tetap setia” dan tidak meninggalkan Gereja “karena ini penting bukan hanya bagi Anda tetapi juga bagi seluruh Gereja.”
Oleh Reporter ucanews.com, Manila, Filipina