
Pelayanan Sekolah Minggu Pakistan meluncurkan dua buku yang baru diterbitkan untuk meringankan beban para guru.
Uskup Agung Karachi Mgr Evarist Pinto meluncurkan Tofah (Anugerah) dan Yasu (Yesus), dua buku pertama yang dicetak oleh Rotti Press, percetakan satu-satunya yang dimiliki Gereja di Pakistan. Untuk setiap keuskupan dari seluruh keuskupan di Pakistan, diperlukan 5.000 eksemplar dari setiap buku.
“Pelayanan-pelayanan dari para guru senior di Keuskupan Agung Karachi memainkan peran kunci dalam semua publikasi ini,” kata Pastor Saleh Diego, Direktur Nasional Pelayanan Sekolah Minggu Katolik, sembari menambahkan bahwa para guru telah berkarya dengan penuh pengabdian dalam menyusun kisah-kisah dari Kitab Suci dan memberi pelajaran dari kelas Sekolah Minggu.
Buku-buku ini, katanya, dirancang untuk membantu para guru memahami bahan pelajaran karena disertai lagu, gambar, cerita berdasarkan Kitab Suci, dan dilengkapi dengan doa-doa dan ajaran-ajaran Gereja.
“Ini membantu kami dalam merencanakan pelajaran dan membuat kelas lebih menarik,” kata Eric, seorang guru Sekolah Minggu.
Menurut Pastor Diego, sebelumnya digunakan buku-buku dari Protestan, namun kurang cocok karena tidak ada bahan-bahan yang khas Katolik seperti Sakramen-Sakramen dan santo-santa.
Selama tiga tahun, bahan-bahan dikumpulkan untuk penerbitan kedua buku tersebut. “Kami menugaskan para guru di semua paroki di keuskupan agung untuk bekerja dalam kelompok waktu mengoleksi dan menyeleksi cerita-cerita. Kemudian semua bahan itu disempurnakan dalam penanganan akhir,” kata Benjamin William, Koordinator Program Pelayanan Sekolah Minggu Katolik. Dalam waktu dekat, dua buku lagi akan terbit, tambahnya.
“Tantangan terbesar untuk pelayanan ini adalah kurangnya dana, namun kami berusaha menyelesaikan masalah satu demi satu,” kata Pastor Diego.
Menurut survei, ada sekitar 145 sekolah Minggu yang dilakukan oleh 1.100 guru untuk 25.000 anak setiap pekan di Keuskupan Agung Karachi.
Oleh Ayyaz Gulzar, ucanews.com, Karachi, Pakistan