
Pakar lingkungan hidup luar negeri meminta umat Katolik di keuskupan Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur untuk memproduksi energi alternatif berbasis tenaga surya.
Musim kering yang lamanya mencapai sembilan bulan dalam setahun bisa menjadi sumber tenaga matahari yang bisa dikonversi menjadi pembangkit tenaga listrik untuk keperluan sehari-hari.
“Kita bisa mencoba mengubah panas matahari menjadi energi alternatif,” kata ilmuwan asal Jerman, Jurgen Kleinwachter, kepada lebih dari 50 umat Katolik yang menghadiri workshop tentang lingkungan hidup pada 26 November lalu di keuskupan Maumere, NTT.
Pastor Peter Walpole, direktur Institute of Environmental Science for Social Change di Filipina juga menyarankan agar warga menanama pohon jarak yang selain untuk menyerap air hujan juga bisa menghasilkan minyak yang dapat digunakan sebagai bahan bakar.
Jacob Herin, Maumere