
Ivan Kardinal Dias, Prefek Kongregasi Evangelisasi, membuka program yubileum “Jesus Youth” (JY) dalam rangka pesta peraknya, pada sore 28 Desember. JY adalah sebuah gerakan karismtik kaum muda Katolik internasional.
George Devassy, ketua gerakan internasional tersebut, mengatakan kepada ucanews.com bahwa sekitar 20.100 perwakilan dari 29 negara akan mengikuti program lima hari di Kochi, Kerala. Acara tersebut akan meninjau masa lalu gerakan tersebut dan rencananya untuk masa depan.
JY dimulai di Kerala, India selatan, dengan para mantan anggota Federasi Universitas Katolik Seluruh India, sebuah gerakan yang dikelola oleh seorang imam Yesuit untuk para mahasiswa.
Gerakan tersebut diberi nama Jesus Youth pada tahun 1985 karena sebagian besar anggotanya adalah mahasiswa.
“Ini bukan organisasi, tetapi gerakan di kalangan orang muda yang mencoba menjangkau orang-orang yang tersesat dan tidak memiliki arah hidup,” kata Devassy kepada ucanews.com.
Menurut dia, kekuatan gerakan ini terletak pada fokusnya yang khusus tentang kehidupan yang berpusat pada Yesus dan berakar pada doa.
Pastor Thomas Tharayil, pembimbing rohani JY internasional, mengatakan bahwa gerakan ini memiliki 50.000 anggota di seluruh dunia.
“Masing-masing dari kami bisa memberi kesaksian bagaimana Yesus mengubah kehidupan kami dan bagaimana kami berdedikasi dalam misi dan doa,” katanya.
Manoj Sunny, mantan ketua JY internasional, mengatakan bahwa gerakan ini membantu anggotanya untuk berjalan bersama Allah. “Anda mendengarkan Dia, Anda berdoa bersama Dia, dan Anda mengalami bagaimana Dia membentuk kehidupan Anda,” kata tokoh awam berusia 42 tahun itu kepada ucanews.com.
Para anggota, katanya, berusia lima hingga 55 tahun.
Joby Thomas, asisten koordinator dari konferensi tersebut, mengatakan bahwa program-program yubileum tersebut akan membahas 19 tema. “Gereja benar-benar menyadari potensi kami dan sangat mendukung,” tambahnya.