
Caritas Corea International, badan bantuan asing resmi pertama dari para uskup Korea, mengatakan bahwa bantuan akan mulai dikirim ke Korea Utara pada bulan April.
Kami akan mengirim bantuan seharga US$ 1 juta untuk menolong anak-anak, perempuan, dan orang lanjut usia di Korea Utara. Mereka termasuk dalam kelompok yang paling rentan di sana, kata Pastor Gerard Hammond MM, general manager North Korea Program dari badan yang baru dibentuk itu.
Bantuan ke Utara itu akan dimulai bulan April, kata Pastor Hammond kepada ucanews.com pada 27 Januari.
Badan bantuan “internasional” yang baru diluncurkan pada 18 Januari itu, katanya, akan mencari dukungan dari Caritas di Eropa dan kelompok-kelompok Katolik di Amerika Serikat.
Bantuan untuk Korea Utara akan terfokus pada pengembangan di bidang pertanian, perawatan kesehatan, dan anak-anak, lanjut imam asal Amerika tersebut.
Kami akan mulai dengan menangani TBC dan gizi buruk pada anak-anak dan perempuan hamil di pinggiran Pyongyang, jelasnya, namun untuk jangka panjang bantuan akan diperluas ke daerah-daerah terpencil yang lebih memerlukan bantuan.
Warga Korea Utara sangat membutuhkan bantuan karena cuaca yang sangat dingin belakangan ini serta kelaparan yang sudah lama berlangsung, kata Pastor Hammond.
Langkah Caritas Corea International ini diambil setelah larangan ketat pertukaran Utara-Selatan diperlunak pemerintah. Larangan ketat itu dibuat karena Utara menyerang sebuah pulau di Korea Selatan November lalu.