
Dalam peringatan 400 tahun Universitas Kepausan Santo Tomas (UST, University of Santo Tomas) pada 27 Januari, Presiden Filipina Benigno Aquino III memuji peran universitas tertua di Asia itu dalam mendidik orang Filipina.
“UST tidak saja mendidik anak-anak muda, tetapi juga menanamkan prinsip-prinsip, yang merupakan misi mulia institusi tersebut,” kata Aquino kepada para mahasiswa dan delegasi yang menghadiri International Council of Universities of St. Thomas Aquinas (ICUSTA).
Wakil dari Paus Benediktus XVI, Uskup Agung Zenon Kardinal Grocholewski, prefek Kongregasi Pendidikan Katolik di Vatikan, juga menghadiri perayaan tiga hari itu.
Pertemuan ICUSTA bertema “The Role of Universities in Fostering Catholic Principles in Public Life” itu dihadiri oleh delegasi-delegasi dari 50 negara.
Pertemuan ini juga merupakan konferensi dua tahunan ke-10 dari asosiasi sekolah-sekolah St. Thomas Aquinas sejak ICUSTA dibentuk tahun 1993 oleh Gerardo Rocha Vera, mendiang pendidik asal Chile.
Dalam konferensi ini, Pastor Guy Bedouelle, rektor Université Catholique de l’Ouest di Prancis, mengatakan kepada para peserta bahwa pengetahuan dalam ilmu-ilmu sekular itu masih berlandaskan agama.
Dia mengatakan kepada hadirin bahwa nalar dan pengatahuan insani yang keluar dari agama harus dihadapi dan dihargai.
Dia menggambar kebudayaan sebagai “segala sesuatu yang digunakan manusia untuk mengembangkan dan menyempurnakan berbagai kualitas fisik dan spiritual.”
Bedouelle juga menekankan peran universitas-universitas dalam “meningkatkan” penelitian yang berasal dari agama.
Dia menyebut bahwa kunjungan Paus Benediktus XVI ke Prancis dan Jerman di tahun-tahun awal kepausannya merupakan contoh betapa paus mengakui nilai-nilai yang mengaitkan kebudayaan, agama, dan pendidikan dalam konteks masyarakat sekular.