
Peran orangtua dalam menumbuhkan iman anak-anak mereka sangat penting dan tidak tergantikan dengan berbagai bentuk teknologi komunikasi, bahkan Internet.
“Pembinaan iman tidak cukup diajarkan di sekolah, karena itu keluarga mempunyai peran penting dalam pertumbuhan iman anak-anak. Keteladanan yang ditunjukan oleh orangtua adalah penting,” kata Stefanus Wijoyo Tay dan Ingrid Listiati, pendiri www.Katolisitas.org, sebuah website yang fokus pada ajaran Katolik bagi umat Katolik Indonesia.
“Kita bisa belajar dari Internet dan mengajarkan anak-anak kita sendiri. Jangan selalu menanyakan pastor,” kata pasangan suami-istri itu kepada sekitar 200 umat Katolik dalam sarasehan pada 29 Januari, yang diadakan di aula Gereja Hati Kudus Kramat, Jakarta Pusat.
Pastor Dominikus Gusti Bagus Kusumawanta, sekretaris eksekutif Komisi Seminari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sepakat.
“Saya sedih melihat anak-anak tidak dididik oleh orangtua mereka, tapi diserahkan kepada orang lain, atau belajar sediri melalui media,” kata Pastor Kusumawanta.
Pendapatnya disambut oleh Sigit, seorang guru agama. Ia mengatakan banyak siswanya lebih dekat dengan pembantu ketimbang orangtua mereka sendiri.
“Ketika saya menanyakan para siswa saya, ‘Siapa yang paling berjasa bagi kalian? Mereka menjawab, ‘Pembantu. Ia memandikan saya, memakai sepatu, menjemput saya dari sekolah, memakai pakaian,” katanya.
Pastor Fransiskus Adisusanto SJ, sekretaris eksekutif Komisi Kateketik KWI mengingatkan betapa sulit pembinaan iman jika hal itu tidak diterapkan dalam kehidupan harian.
Orangtua harus memberikan teladan yang baik bagi anak-anak mereka. Orangtua tidak menyerahkan kepada pastor dan katekis. “Para imam dan katekis hanya membantu orangtua,” katanya.
Sumber: ucanews.com