
Sebuah badan dana yang dibentuk tahun lalu untuk mengenang Stephen Kardinal Kim Sou-hwan telah memutuskan untuk mendukung proyek-proyek, termasuk tiga proyek di Mongolia.
Pada 22 Februari, Babo Nanum (“Fool’s Sharing“) mengumumkan 28 proyek yang terpilih untuk didukung secara finansial tahun ini. Proyek-proyek itu diseleksi dari 162 proyek yang mengajukan aplikasi.
Dari 28 proyek itu, tiga berada di luar negeri yaitu Mongolia, sementara sisanya yang berada di dalam negeri adalah proyek-proyek yang menolong para pasien AIDS atau masyarakat tersingkir dan proyek-proyek yang mendidik para aktivis sosial.
Peter Eom Joung-sik, yang mengelola satu dari tiga proyek di Mongolia, mengatakan Raphael Clinic, sebuah klinik Katolik gratis bagi para pekerja migran di Seoul, telah menyediakan pelayanan medis gratis bagi masyarakat miskin perkotaan di Ulaan Bataar dan pendidikan bagi para dokter Mongolia sejak tahun 2007.
Dengan mendidik para dokter dan menyediakan peralatan medis, tujuan utamanya adalah untuk membangun lingkaran sistemik pelayanan medis yang berkelanjutan di Mongolia, kata Eom yang juga seorang dokter, sebelum berangkat ke Mongolia.
Nicolas Kim Jong-min, direktur pelaksana dari badan dana tersebut, mengatakan bahwa sejumlah penyandang dana secara khusus memilih Mongolia saat mereka memberi sumbangan uang, sehingga ketiga proyek di luar negeri itu terpilih untuk mendapatkan bantuan dana pada tahun ini.
Tapi mulai tahun depan, katanya, badan yang dipimpinnya akan memberi dukungan bagi negara-negara lain di Asia dan Afrika.
Dua proyek lainnya di Mongolia yang mendapat bantuan tersebut adalah Catholic Medical Center yang memberi pelayanan medis gratis bagi kelompok termiskin dari kaum miskin di Mongolia, dan proyek pembangunan yang dilakukan oleh para suster Misionaris Hati Kudus Maria dari Filipina untuk kaum miskin di Ulaan Bataar.
Badan ini akan menyisihkan dana sekitar 700 juta won (US$ 620.000) untuk 28 proyek tersebut.