
Seorang biarawati muda di Filipina selatan menemukan bahwa untuk mengajar keaksaraan bagi masyarakat adat itu dibutuhkan lebih dari sekedar komitmen. Kreativitas juga diperlukan.
Bagi Suster Delma Barrientos dari Congregation of Our Lady of Missions, bantuan dan hidup bersama masyarakat etnis Manobo di daerah pedalaman South Cotabato merupakan sebuah “pengalaman menyenangkan dan memuaskan.”
Dia mengajarkan membaca dan menulis alfabet untuk ibu dan anak melalui kerajinan tangan dalam dengan menggunakan manik-manik.
“Manik-manik sangat melekat dalam hidup masyarakat Manobo karena mereka menggunakannya untuk membuat busana mereka lebih menarik,” kata Suster Barrientos. Manik-manik berwarna-warni juga digunakan sebagai perhiasan di kalangan perempuan Manobo.
“Mengajar warga masyarakat ada itu sulit, karena mereka sangat sibuk dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, melalui kerajinan manik-manik yang kreatif, kami bisa memperkenalkan alfabet kepada mereka dan mengajarkan mereka berbagai keterampilan untuk menunjang hidup,” kata Suster Barrientos.
Program baca-tulis dari kongregasi tersebut yang dimulai pada bulan Januari itu merupakan bagian dari “pelayanan nyata mereka sekarang ini.”
Dua bulan sekali di House of Hospitality dari kongregasi tersebut, sekitar 25 perempuan diajarkan karya seni. “Kami menyediakan manik-manik secara gratis dan membayar setiap produk yang mereka hasilkan,” kata suster tersebut.
Kasin Niyas, ayah dari salah satu perempuan muda etnis Manobo yang mengikuti program ini, mengatakan bahwa keterampilan yang dipelajari putrinya bisa membantu memenuhi kehidupan keluarga sehari-hari.
Selain mengajar baca-tulis kepada perempuan Manobo, para suster juga menekankan “pelestarian budaya” dan pentingnya menghargai budaya mereka.
Suster Barrientos mengatakan, para suster juga menghadapi kesulitan untuk memulai program tersebut karena masyarakat ada sendiri berpikir bahwa itu merupakan sebuah program ganda.
Namun menurut para suster, “pendidikan jangka panjang” akan membantu masyarakat adat menghasilkan para profesional di kalangan mereka sendiri yang kemudian bisa berfungsi sebagai model peran bagi komunitas mereka sendiri.