UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Ketakutan selimuti keluarga korban perkosaan

02/03/2011

Ketakutan selimuti keluarga korban perkosaan thumbnail

Sabina Mardi membacakan sebuah pernyataan yang menuntut keamanan bagi keluarganya dalam sebuah konferensi pers di Kota Rajshahi pada 28 Februari (www.thedailystar.net)

Kekhawatiran akan keselamatan muncul di Bangladesh barat laut khususnya bagi keluarga gadis Katolik yang diperkosa dan yang kemudian bunuh diri baru-baru ini, sehingga keluarga tersebut dan kelompok-kelompok hak asasi manusia merasa perlu untuk meminta perlindungan dari polisi dan pemerintah.

Sefarina Mardi, 14, adalah gadis yang diperkosa dan kemudian melakukan bunuh diri itu. Para anggota keluarganya mengatakan, mereka dikucilkan dan dilecehkan oleh penduduk Desa Amtolipara, warga suku Santal, dekat Rajshahi.

Serafina diperkosa oleh sembilan laki-laki 10 bulan lalu dan melakukan bunuh diri dengan menetapkan sendirinya bulan lalu.

Kematiannya pada 20 Februari mendorong polisi untuk menangkap 10 orang termasuk Pastor Bernard Tudu, kepala paroki setempat. Imam itu dituduh turut menyebabkan kematian gadis tersebut karena mengatur penyelesaian kasus perkosaan itu di luar pengadilan.

Tuduhan itu dibantah dan imam itu mengatakan, ia merasa kasihan terhadap gadis dan keluarganya. “Saya tidak terlibat dalam penyelesaian kasus tersebut dan saya juga punya perwakilan dalam urusan penyelesaian itu,” katanya.

Sabina Mardi, 20, kakak perempuan dari korban pekosaan tersebut mengatakan, “Kami secara sosial dikucilkan dan warga desa mengancam kami. Kepala desa marah dengan kami karena kami pergi ke polisi dan berusaha menuntut keadilan.”

Dia berbicara dalam sebuah konferensi pers di Rajshahi untuk menyorot penderitaan keluarganya.

“Mereka [masyarakat] menjadi kejam. Kami hidup dalam ketakutan. Kami menuntut perlindungan bagi keluarga dan hukuman bagi yang bersalah,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia menegaskan kembali permintaan keluarga untuk perlindungan.

“Sungguh menyakitkan bahwa keluarga korban diancam oleh komunitasnya sendiri. Hal ini terjadi karena sebagian besar terdakwa adalah warga desa setempat,” kata Anil Marandi, ketua Dewan Adat Nasional (NIC, National Indigenous Council).

“Kami telah meyakinkan keluarga tersebut bahwa kami mendukung mereka dan mengatakan bahwa mereka tidak perlu takut,” tambahnya.

NIC bersama Bangladesh Women’s Council dan Bangladesh National Women Lawyers’ Association akan mendesak kepolisian dan pemerintah setempat untu7k memastikan bahwa keluarga Mardi mendapat perlindungan.

Sementara itu, pengadilan telah menolak permohonan jaminan bagi sembilan pemerkosa dan imam paroki yang telah dijadikan terdakwa.

Pastor Subroto Purification dari Wisma Keuskupan Rajshahi mengatakan keuskupan akan berupaya ke pengadilan yang lebih tinggi untuk memperoleh jaminan bagi Pastor Tudu.

ucanews.com

  • http://gosipartisterkini.com/perkosaan.html perkosaan…!!!? :: Gosip Artis Hari Ini | Gosip Artis Terkini | Gosip Artis Terbaru

    [...] Ketakutan selimuti keluarga korban perkosaan | Berita online … [...]

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Kenapa Pria Modern Perlu Belajar dari Santo Yosef?
  2. Jelang prosesi Jumat Agung di Larantuka, rumah warga jadi "home stay"
  3. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  4. 10 Pelajaran Dari Kesuksesan Singapura Bersama Lee Kuan Yew
  5. Ajaran membunuh di Buku Agama tak ada dalam Alquran, kata Syaffi Maarif
  6. Ketakutan dan kemarahan orang Kristen menyusul pemboman gereja di Pakistan
  7. Kenangan Jo Seda sang tokoh pendiri Unika Atma Jaya
  8. Menteri Anies: Tarik buku agama ajarkan membunuh kafir
  9. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  10. Otoritas Tiongkok di Harbin menahan dua imam 'bawah tanah’
  1. Setengah juta orang dukung petisi online membebaskan Asia Bibi
  2. Renungan Hari Minggu Palma bersama Pastor Bill Grimm
  3. Pemerintah siap Rp250 juta untuk Semana Santa
  4. Kenangan Jo Seda sang tokoh pendiri Unika Atma Jaya
  5. OASE: Agama sering jadi monster perampas HAM
  6. Polisi India menangkap pelaku perkosaan biarawati
  7. Uskup ingatkan umat terkait penyaliban diri pada Jumat Agung
  8. Ratusan tunawisma diundang Vatikan untuk makan malam dan tour ke museum
  9. Gereja Katolik Singapura mengadakan Misa Requiem untuk Mendiang Lee Kuan Yew
  10. Pemerintah didesak revisi UU Kebebasan Berbicara dan Berkumpul untuk melawan ISIS
  1. Online atau off-line kan sama haramnya... ?...
    Said on 2015-03-26 05:49:00
  2. Dahulu hukuman kepada anak, menulis dengan tangan beberapa ratus kali suatu kali...
    Said on 2015-03-24 07:53:00
  3. 1.mestinya tulisan ttg ajaran suatu agama perlu ada imprimatur/editing akhir seb...
    Said maryonobernardus on 2015-03-24 07:35:00
  4. Inilah harus diingat oleh pemerintah tentang hukuman mati: 1) menghukum mati seo...
    Said on 2015-03-24 07:15:00
  5. Untuk Indonesia, mengingat banyaknya krimiminalitas, serta tidak sebanyak orang ...
    Said on 2015-03-14 08:05:00
  6. Long live minister Jonan ...
    Said Ye Bambang Tri on 2015-03-14 06:55:00
  7. Menurut saya untuk Indonesia, jika benar semua agama yg sah berada di Indonesia ...
    Said Ambrosius Wahono on 2015-03-13 09:55:00
  8. Menghitung orang mati karena narkoba? Sepuluh atau limapuluh tidak ada beda - m...
    Said on 2015-03-13 07:15:00
  9. Dalam hal ini nampak bukan saja ketegasan, tetapi lebih lebih adalah kesombongan...
    Said on 2015-03-13 07:00:00
  10. Presiden ini tidak akan mampu menyelamatkan TKI dari eksekusi mati! Yang di depa...
    Said on 2015-03-13 06:43:00
UCAN India Books Online