
Tarekat Maryknoll memberi waktu 15 hari untuk Pastor Roy Bourgeois, seorang aktivis perdamaian, untuk “secara publik mencabut” dukungannya terhadap pentahbisan perempuan menjadi imam atau dipecat dari tarekatnya.
Melalui surat bertanggal 18 Maret yang ditandatangani oleh Superior Jenderal Maryknoll Pastor Edward Dougherty, Pastor Bourgeois diberi peringatan bahwa dia akan dipecat dan pemecatannya itu akan diinformasikan ke Kongregasi Ajaran Iman di Vatikan dalam rangka “memohon status awam baginya,” demikian NCR Online.
Pastor Bourgeois, yang menghadiri dan menyampaikan kotbah pada pentahbisan Janice Sevre-Duszunska sebagai imam perempuan Gereja Katolik Roma pada Agustus 2008, juga sudah mendapat notifikasi dari kongregasi yang sama segera setelah pentahbisan tersebut. Menurut kongregasi tersebut, Pastor Bourgeois terkena ekskomunikasi Latae Senteniae, atau otomatis, karena partisipasinya itu.
Jika dalam 15 hari, Pastor Bourgeois tidak menanggapinya, demikian surat tersebut, dia akan diberi peringatan kedua. Jika peringatan kedua juga tidak digubris, maka Pastor Dougherty akan memecatnya karena itu berarti dia menolak “ajaran Bapa Suci secara publik.”
Dalam sebuah pernyataan melalui e-mail pada sore 30 Maret, Pastor Dougherty mengatakan kepada NCR bahwa Maryknoll “sangat sedih” dengan kejadian tersebut.
Pastor Bourgeois, yang telah menjadi anggota Maryknoll selama 44 tahun dan seorang imam selama 38 tahun, mengatakan kepada NCR Online bahwa dia tidak punya rencana untuk menarik dukungannya.
SUMBER
Maryknoll gives Bourgeois notice of removal from order (NCR Online)
FOTO
teeping (Flickr/CC 2.0)