
Sebuah kolese Yesuit di Ranchi sangat terkejut ketika seorang mahasiswa tenik memenggal kepala seorang gadis pada 27 April.
“Saya belum pernah melihat kejadian mengerikan seperti itu dalam hidup saya. Tampaknya pembunuhan itu merupakan balas dendam karena cinta ditolak,” kata Pastor Nicholas Tete, rektor St. Xavier’s College, di ibukota Negara Bagian Jharkhand itu.
Gadis itu adalah mahasiswi Ram Manohar Lohia College, tetapi harus datang ke St. Xavier’s College untuk ujian, kata imam itu pada 28 April. Dia diserang saat dia meninggalkan ruang ujian di lantai dua setelah selesai ujian selama tiga jam.
“Saya bergegas keluar kantor dan melihat pembunuh itu lari. Ia mencoba untuk kabur tetapi ditangkap oleh para mahasiswa lain,” kata Pastor Tete.
Inspektur Polisi Sambhu Thakur di kota tersebut mengatakan kepada wartawan bahwa gadis itu, Khushbu Kumari, dibunuh oleh Bijendra Kumar. Dia adalah mahasiswa teknik program diploma dari Jamshedpur, kota lain di negara bagian tersebut.
Serangan dengan menggunakan kukri, senjata tradisional suku Gurkha, itu sangat brutal sehingga kepala gadis itu jatuh dan satu kakinya putus, kata polisi.
Pastor Tete mengatakan insiden tersebut mengejutkan warga masyarakat Jharkhand dan St. Xavier’s College terpaksa meminta perlindungan polisi.
Meskipun pemerintah menjadikan St. Xavier’s College sebagai pusat ujian, pemerintah tidak menyediakan keamanan apapun.
“Pada awalnya memang diberikan seorang penjaga, tetapi kemudian ditarik kembali,” katanya.
Pelaku kejahatan itu kemudian mengatakan kepada polisi bahwa dia jatuh cinta dengan Kumari selama lima tahun terakhir dan bahwa kedua telah memutuskan untuk menikah. Dia memutuskan untuk membunuhnya dan dirinya sendiri ketika tahu bahwa orangtua gadis tersebut telah merencanakan perkawinan gadis itu dengan orang lain setelah ujian.
Ayah gadis itu, Lal Maheshwar Nath Shahdev, mengatakan kepada wartawan bahwa dia biasanya mengantar dan menjemput anak gadisnya selama ujian.
“Kemarin saya sangat sibuk dengan pekerjaan,” katanya pada 28 April.