
Ibu dari Jonas Burgos, aktivis Filipina yang hilang, memperingati Pesta Kerahiman Ilahi pada 28 April dengan meminta kepada pemerintah untuk membantu menemukan putranya, yang dia yakini diculik oleh agen militer empat tahun lalu.
Edita Burgos, ibu dari Jonas, bergabung dengan para pendukung dan sahabat serta kelompok-kelompok hak asasi manusia dalam sebuah pertemuan di lapangan Heroes Monument di Quezon City untuk memperingati empat tahun kehilangan Jonas.
Pada 16 Maret, Commission on Human Rights (CHR) menyerahkan sebuah laporan ke Mahkamah Agung. Menurut CHR, dia telah mengidentifikasi salah satu penculik Burgos sebagai Mayor Harry Baliaga Jr. dari angkatan darat.
CHR meminta Mahkamah Agung untuk memerintah Department of Justice (DOJ) agar langsung melindungi para saksi dan menyeret Baliuaga ke pengadilan dengan tuduhan penculikan.
CHR juga merekomendasi agar tiga orang yang memberi kesaksian palsu dan merekayasa informasi kepada polisi itu diajukan ke pengadilan.
Komisi hak asasi manusia itu juga meminta pengadilan untuk mendesak Baliaga dan batalion angkatan darat memperlihatkan Jonas Burgos kepada Mahkamah Agung.
Dalam sebuah surat kepada Baliaga, Nyonya Burgos mengatakan: “Pada Hari Minggu, Pesta Kerahiman Ilahi, saya berdoa agar Anda mendapat penerangan untuk mengatakan kebenaran sehingga saya akhirnya bisa menemukan Jonas.”
Nyonya Burgos juga berterima kasih kepada CHR atas investigasinya.
“Kelihatannya kita berada di atas angin, tetapi ukuran keberhasilan sesungguhnya adalah bahwa putra saya ditemukan. Kita terus berjuang sampai Jonas pulang dalam keadaan hidup dan sehat, dan keadilan terwujud,” katanya.
Nyonya Burgos mendesak mereka yang terlibat dalam penculikan putranya berani muncul dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Lebih baik mengoreksi kesalahan yang telah dilakukan selagi masih bisa dilakukan.”