Film ingatkan kembali penganiayaan agama

06/05/2011

Film ingatkan kembali penganiayaan agama thumbnail

Pastor Jacques Duraud mengatakan dia menangis saat menyaksikan film itu

Sebuah film yang mendapat penghargaan diputar khusus di Taipei. Film itu membuat penonton mengingat kembali berbagai penganiayaan agama di Cina daratan lebih dari setengah abad lalu.

Film “Of Gods and Men” yang memenangkan penghargaan Grand Prix di 2010 Cannes Film Festival ini diputar baru-baru ini oleh Chinese Christian Spirit Community sebagai bagian dari sebuah program film khusus bagi para pemimpin lintas agama.

Film produksi Perancis itu didasarkan pada penculikan dan pembunuhan delapan biarawan Trapis tahun 1990-an. Cerita berfokus pada kekerabatan dan persahabatan antara biarawan Katolik dan masyarakat Muslim miskin di Aljazair.

Pastor David Yen Renji, dosen komunikasi sosial di Fu Jen Catholic University, telah menonton film ini tiga kali.

Dalam diskusi setelah menyaksikan film tersebut, dia mengatakan, film itu mengingatkannya tentang penganiayaan agama di Cina lebih dari 50 tahun lalu, ketika banyak misionaris dan umat dibunuh karena iman mereka.

“Situasi ini sama seperti yang dialami komunitas Katolik ‘bawah tanah’ sana saat ini,” kata imam Yesuit tersebut.

Pensiunan Pendeta Michael Liu dari Gereja Anglikan mengatakan kepada 200 pengamat film tersebut bahwa beberapa orang justru memperlihatkan imannya yang sejati hanya ketika mereka mesti mengambil keputusan berani pada momen terakhir.

Penganut Budha Tibet, Tulku Rinpoche Palme Khyentse III, dari Huafan University mengatakan, film tersebut juga mengingatkan dia akan kekacauan politik di Cina daratan sekitar 1949 dan di Tibet tahun 1959.

“Iman keagamaan tidak dapat mengubah kenyataan situasi mereka. Tetapi Anda bisa lebih mudah meninggalkan segala sesuatu hanya setelah Anda berhasil mewujudkan kemampuan terbaik Anda,” katanya.

Pastor Jacques Duraud, direktur Tien Educational Center yang dikelola Gereja, mengungkapkan bahwa dia menangis ketika sedang menonton film tersebut.

Dia mengatakan, dua hal menonjol dalam film itu sangat menyentuhnya yaitu pengampunan dan penerimaan orang-orang yang berbeda.

ucanews.com




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  2. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  3. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  4. Banyak tantangan menanti Presiden Timor-Leste yang baru
  5. Paus ingatkan bahaya kata-kata kotor dan saling menjelekkan
  6. Penyandang disabilitas meminta Jokowi membentuk komisi khusus
  7. Selamat! Laos mendapat kardinal untuk pertama kali
  8. Di balik tambang dan minyak Kayu Putih di Pulau Buru
  9. Polisi Vietnam pukul demonstran, tangkap aktivis Katolik
  10. Uskup Agung Semarang yang baru berjanji mempromosikan toleransi
  1. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  2. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  3. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  4. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  5. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  6. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  7. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  8. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  9. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
  10. Mohon diperjuangkan agar bimas katolik dapat mengangkat kembali guru agama Katol...
    Said Rudi M on 2017-05-13 22:00:07
UCAN India Books Online