UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

Keluarga besar dapat bertahan

31/05/2011

Keluarga besar dapat bertahan thumbnail

Keluarga dan teman-teman dari seorang pekerja Filipina di luar negeri ketika mengunjungi Uskup Agung Antonio Ledesma

Anak-anak dari orang Filipina yang bekerja di luar negeri terus berdoa untuk keselamatan orangtua mereka.

“Ya Tuhan, lindungilah ayah saya sehingga dia bisa pulang dan kita bisa memasak lagi,” demikian doa Ziltjain Surigao, 12, di sebuah forum di Universitas Filipina baru-baru ini.

Gadis remaja yang akan masuk sekolah menengah di Quezon City ini bercita-cita menjadi koki pastry seperti ayahnya.

“Ayah, saya berterima kasih karena telah menjaga saya dan menyediakan apa yang saya butuhkan,” katanya dalam sebuah surat yang dibacakan dalam forum bertema: The Difference Parental Migration Makes: Health and Well-Being Impacts on Left-Behind Children.

Surigao bergabung dengan dua anak putra dan tiga anak putri yang orangtuanya juga adalah migran. Keenamnya berada di bawah asuhan Pelayanan Pastoral Care untuk Migran dan Keluarganya di Keuskupan Novaliches, yang ditangani oleh Suster Eva Ocemo dari Tarekat Scalabrini.

Anak-anak juga diminta untuk memberikan pandangan mereka dalam sebuah penelitian bertema: Child Health and Migrant Parents in Southeast Asia.

Penelitian yang dilakukan antara tahun 2008 dan 2010 ini mempelajari situasi anak-anak pekerja migran di bawah usia 12 tahun di empat negara — Filipina, Indonesia, Thailand, dan Vietnam.

Dr. Maruja Asis dari Scalabrini Migration Center mengatakan, 509 keluarga di Laguna dan 491 keluarga di Bulacan – dua propinsi yang secara konsisten mengirimkan sejumlah besar pekerja migran di luar negeri – mengalami “penanganan ulang” dalam perawatan anak dan keluarga.

“Tidak ada perbedaan nyata menyangkut kebahagiaan antara anak-anak migran dan non-migran. Masalah umum yang dihadapi semua anak-anak lebih berkaitan dengan isu-isu pertemanan ketimbang hubungan mereka dengan orangtua atau wali,” kata Asis dalam penelitian tersebut.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya orangtua tidak selalu menghasilkan probabilitas yang lebih tinggi menyangkut tekanan psikologis pada anak-anak ditinggal-pergi orangtua mereka,” kata Asis.

Penelitian itu menyimpulkan bahwa menggunakan pesan teks dan ponsel, “keluarga transnasional” bisa menjembatani jarak fisik dan bisa terus mempedulikan anak-anak sebagai suatu “tanggung jawab berkeluarga.”

“Hal ini benar-benar tidak saya harapkan sebelumnya,” kata Carlos Cao, seorang pengacara yang mengetuai Philippines Overseas Employment Administration. “Ini menguatkan saya untuk membuat proposal dan memperbaiki berbagai program,” katanya.

Extended familes can endure (ucanews.com)

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ziarah Santa Maria Fatima
  3. Pemuka agama cari jalan untuk akhiri bunuh diri
  4. Lebih dari 200 ribu perokok berusia di bawah 10 tahun
  5. Umar Patek minta maaf kepada umat Kristiani
  6. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  7. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  8. Kelompok HAM Asia desak bupati lindungi jemaat HKBP Filadelfia
  9. Pastor ikut pulihkan peziarah Lourdes akibat kecelakaan
  10. Film "Soegija" diputar di Semarang kemarin
  1. Kelompok HAM Asia desak bupati lindungi jemaat HKBP Filadelfia
  2. Pemerintah terkesan pelihara konflik agama
  3. Girl Scouts tidak suka terkait rencana konferensi waligereja Amerika
  4. Umar Patek minta maaf kepada umat Kristiani
  5. Film “Soegija” diputar di Semarang kemarin
  6. Pastor: UNTAS harus rangkul semua eks Timtim
  7. Publikasi ‘VatiLeaks adalah tindakan kriminal’
  8. Saatnya program MA masuk dalam pendidikan agama Katolik
  9. Larangan beribadah harus dilaporkan ke Dewan PBB
  10. Uskup Ishak Doera majukan orang Dayak
  1. Baiklah Pak Nur Hidayat, mulai saja merangkul kaum Kristen Batak yang sedang dis...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-22 11:33:00
  2. Tuhan Yesus tidak menganjurkan KB. Kepada Dwi, seorang wanita Muslim di Indonesi...
    Said Akong_stephen on 2012-05-21 13:12:00
  3. Aparat hukum harus keras menjalankan tugasnya yaitu melindungi siapapun yang ber...
    Said Akong_stephen on 2012-05-21 13:05:00
  4. Jadikanlah diri kita menjadi sumber Kasih bagi mereka yang menganiaya sesamanya ...
    Said Eliasabul on 2012-05-21 11:28:00
  5. NATO (NO ACTION TALK ONLY) itulah presiden negara saya......
    Said Topo on 2012-05-21 06:38:00
  6. Ini semua terjadi karena pemimpin kita adalah orang yang ada di balik ormas itu....
    Said Topo on 2012-05-21 06:36:00
  7. Bpk Presiden Yang Terhormat. Kami kaum minoritas sudah terlau sering di aniaya, ...
    Said Francis Haryanto on 2012-05-21 06:29:00
  8. Indonesia negara Pancasila, tapi nyatanya seperti  negara atheis. ...
    Said Omar Sarif on 2012-05-19 18:42:00
  9. Berbicara itu gampang tetapi melaksanakannya itu yang sulit. butuh komitmen yang...
    Said Sd_santofransiskus on 2012-05-19 15:55:00
  10. Mr. Presiden yang terhormat, sebaiknya jangan hanya banyak kata yang terus dilon...
    Said Ltumuka on 2012-05-19 10:54:00