
Sebuah reklame bertuliskan “Jesus: a prophet of Islam” dirusak sehari setelah dipasang di salah satu jalan tersibuk di Sydney, demikian Sydney Morning Herald.
Reklame itu merupakan satu dari tiga reklame yang dibayar oleh kelompok Islam MyPeace. Dalam reklame itu juga dibubuhi nomor telpon untuk mereka yang ingin mendapat Alquran dan literatur Islam lainnya secara gratis.
Penyelenggara MyPeace, Diaa Mohamed, mengatakan pengrusakan reklame di Victoria Road, Rozelle, itu “membenarkan alasan mengapa mereka muncul melalui reklame tersebut.”
Sejak reklame itu dipasang di Darlinghurst, Rozelle, dan Rosehill pada hari Kamis dan Jumat, dan muncul di Herald pada hari Sabtu, Mohamed mengatakan dia kebanjiran telepon dan e-mail.
“Saya mendapat umpan balik yang positif dari orang Kristen, ateis, Muslim, dan warga Australia bisa yang mengatakan, ‘kami mendukung Anda dan teruslah melakukan karya baik ini,’’’ kata Mohamed.
“Sekitar 10 persen dari kontak telepon benar-benar menyinggung, dengan mengatakan, ‘berani benar kamu, pulang ke negaramu sendiri, tidak ada yang mengingini Muslim di sini’.”
Pengrusakan reklame tersebut tidak akan menghambat rencananya untuk menampilkan reklame yang sama di bus antarkota dan distrik pegunungan tersebut, dan akhirnya di televisi, tambahnya.
Slogan reklame itu dirancang untuk meningkatkan kesadaran bahwa Islam percaya akan Yesus Kristus, dan mendorong orang Kristen dan Muslim untuk menemukan landasan bersama, katanya.
Pada 30 Mei, kata Mohamed, dia berencana untuk memperbaiki reklame yang rusak itu.
SELENGKAPNYA
Jesus billboard loses its prophet margin (Sydney Morning Herald)
He’s not the son of God, just the support act (Sydney Morning Herald)
FOTO
Screenshot from the Sydney Morning Herald report