
Target Makassar kota dunia bisa terealisasi bila menjadikan masalah lingkungan dan budaya lokal fokus utama pembangunan. Kebutuhan utama masyarakat kota harus terakomodasi dan dapat tinggal dengan nyaman, demikian fajar.co.id., pada 30 Juni.
Perwakilan Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Daniel J Glen, mengemukakan, ciri kota dunia salah satunya tersedia fasilitas berjalan kaki yang nyaman. Kendaraan bermotor juga dibatasi untuk pembangunan kota yang ramah lingkungan.
Bila Makassar ingin menjadi kota dunia, kata dia, pemerintah kota harus mulai merencanakan pedesterian, area terbuka publik, dan ruang terbuka hijau. Fasilitas terbuka ini membiasakan penduduk Makassar mau membiasakan diri berjalan kaki dan sadar beraktivitas ramah lingkungan.
“Wajah kota juga perlu mendapat perhatian khusus. Tidak semua gedung bertingkat di kota lain diadaptasikan di Kota Makassar, karena belum tentu memenuhi kebutuhan pengguna dan iklim Kota Makassar. Modernisasi kota tidak harus dengan gedung bertingkat yang dipenuhi banyak kaca,” tutur Daniel pada diskusi perencanaan kota kerja sama Pemkot Makassar dan Konjen AS di Balaikota.
Gedung dengan banyak kaca, kata dia, cenderung kurang sesuai diterapkan di negara tropis karena mudah menyerap panas dan energi. Seharusnya, gedung yang mencerminkan akulturasi budaya lokal Makassar dengan sentuhan modernisasi dapat menjadi karakteristik atau ciri khas baru yang memperkuat identitas Kota Makassar.
SELANJUTNYA
Kota Dunia Tidak Hapus Karakter Lokal (fajar.co.id.)
FOTO
Chicago (worldcitypics.com)