
Seorang wanita asal Prancis menuntut Opus Dei yang dia anggap sudah mencuci otaknya untuk dijadikan pembantu.
Catherine T, yang identitasnya masih dirahasiakan oleh keluarganya, mengatakan ia bergabung dengan sebuah sekolah perhotelan di sebelah tenggara Prancis pada tahun 1985, saat dirinya masih berusia 14 tahun.
Ia kemudian mengetahui kalau sekolah tersebut dikelola oleh rekanan Opus Dei, demikian laporan AFP.
Ia mengatakan dirinya dipaksa untuk mengambil sumpah dan dijadikan pembantu yang pada hakekatnya tanpa bayaran.
Dalam pernyataannya Opus Dei menanggapi bahwa organisasi tersebut “tidak terlibat dalam tuduhan yang disampaikan” dan “merasa tidak bersalah.”
“Mereka menugaskan seorang ‘tutor’ bagi saya, yang sebenarnya adalah semacam seorang instruktur kesadaran,” kata Caherine kepada AFP. “Saya masuk ke dalam sistem…Yang dilarang untuk dibicarakan dengan orang tua.”
Ia mengatakan kelompok tersebut mewajibkannya untuk mengambil sumpah ketaatan, kemiskinan, dan kemurnian dan selama 13 tahun berikutnya dia diberi pekerjaan bersama organisasi-oraganisasi yang disebut pengacaranya Rodolphe Bosselut terkait dengan Opus Dei.
Menurut Catherine, dirinya dipaksa bekerja selama 14 jam, tujuh hari seminggu, membersihkan rumah dan menyediakan makanan. Staf membayar gajinya tapi kemudian meminta kembali uang dari dia dengan cara menandatangani cek kosong, yang semestinya uang itu digunakan untuk membayar kamar dan penginapan.
Sumber