UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Aktivis desak UU Ormas dicabut

12/07/2011

Aktivis desak UU Ormas dicabut thumbnail

Aktivis dari berbagai LSM yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Kebebasan Berserikat mendesak DPR untuk mencabut UU Ormas dan diganti dengan UU Perkumpulan agar tidak dimanfaatkan sebagai alat melawan perubahan.

“UU Ormas berpotensi dimanfaatkan sebagai alat perlawanan [oleh] kekuatan anti-perubahan. Maka UU itu harus dicabut, dan diganti dengan UU Perkumpulan,” kata para aktivis dalam pernyataan bersama.

Pada awal Juni DPR-RI telah melaksanakan serangkaian Rapat Dengar Pendapat Umum terkait revisi UU No.8/1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan itu.

Koalisi itu telah menyampaikan masukannya, yakni menuntut pemerintah dan DPR untuk mengembalikan pengaturan mengenai organisasi masyarakat kepada kerangka hukum yang benar, yaitu badan hukum Yayasan dan badan hukum Perkumpulan.

“Kami memandang bahwa keberadaan UU Ormas akan terus menjadi ancaman bagi kebebasan berserikat berkumpul di Indonesia,” kata mereka.

Mereka menilai UU itu dirancang sebagai alat Orde Baru dalam mengendalikan dinamika masyarakat sipil dan berpotensi untuk digunakan oleh kekuatan anti-perubahan.

Bentuk Ormas, kata mereka, tidaklah dikenal dalam kerangka hukum yang benar, ia merupakan kreasi rezim Orde Baru yang bertujuan mengontrol dinamika organisasi masyarakat di Indonesia.

Menurut mereka, UU itu lahir dengan semangat mengontrol dan merepresi dinamika organisasi masyarakat, seraya menambahkan, UU itu juga memuat ancaman pembekuan dan pembubaran yang represif tanpa mensyaratkan proses pengadilan yang adil dan berimbang.

Mereka juga mendesak masyarakat harus bersama melawan kelompok anti-perubahan termasuk melalui proses legislasi.

Berbagai kegiatan termasuk advokasi HAM, anti-korupsi, dan lingkungan hidup nampaknya mulai membuat kekuatan anti-perubahan semakin terganggu dan semakin cepat berkonsolidasi untuk melakukan perlawanan.

Mereka mendesak pemerintah dan DPR menjaga kebebasan berserikat dan berkumpul yang dijamin UUD 1945 dan harus berpihak pada masyarakat pro-perubahan.

Mereka juga mendorong pembahasan RUU Perkumpulan itu yang sudah masuk dalam Prolegnas 2010-2014. Sampai saat ini draft RUU Perkumpulan masih disiapkan oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Indonesia kembali menjadi anggota Dewan HAM PBB
  2. Institut Sekular Asia bertemu di Korea Selatan
  3. Jadwal pemilu presiden Sri Lanka menghambat kunjungan Paus Fransiskus
  4. Pemerintah berpihak pada FPI menentang pernikahan beda agama
  5. Pewartaan agama dinilai sensitif, SEJUK rilis buku “Mewartakan Agama”
  6. Para uskup isyaratkan untuk mengubah dokumen akhir Sinode
  7. Ulil: Umat Muslim yang percaya kata 'Allah' hanya untuk Islam adalah 'keliru'
  8. Romo Benny: Basuki harus dialog dengan para penentangnya
  9. Sinode berakhir dengan mempertegas ajaran Gereja
  10. Negara tidak boleh diam terkait aksi anarkis berbau agama
  1. Para kardinal bahas penderitaan orang Kristen di Timur Tengah
  2. Jadwal pemilu presiden Sri Lanka menghambat kunjungan Paus Fransiskus
  3. Presiden Jokowi hadapi setumpuk masalah HAM
  4. Indonesia kembali menjadi anggota Dewan HAM PBB
  5. Pewartaan agama dinilai sensitif, SEJUK rilis buku “Mewartakan Agama”
  6. Institut Sekular Asia bertemu di Korea Selatan
  7. Sinode berakhir dengan mempertegas ajaran Gereja
  8. Ulil: Umat Muslim yang percaya kata ‘Allah’ hanya untuk Islam adalah ‘keliru’
  9. Paroki Santo Petrus di perbatasan Papua dikunjungi KSAD dan Pangdam Cendrawasih
  10. Meneropong keberagaman agama lewat media
  1. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  2. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  3. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
  4. Bukan saja tidak mendiskriminasi keberadaan agama (yang ada sekarang) tetapi jug...
    Said on 2014-10-07 08:28:00
  5. Yang berbelaskasih menghadapi ahli hukum gereja.. mengingatkan pada Yesus yang m...
    Said on 2014-10-07 08:08:00
  6. Masuk penjara seperti Santo Paulus, demi keadilan dan kerajaan Allah.. syukur bu...
    Said on 2014-10-07 07:52:00
  7. Sangat disayangkan, tidak dimuat apa masalah pokoknya, apa saja yang dituduhkan...
    Said Brian Susanto on 2014-10-07 07:13:00
  8. Konflik sepihak itu (kan tidak ada yang membalas kalau dari kalangan Kristen), s...
    Said on 2014-10-01 14:52:00
  9. Kita semua tertipu. Yang dikira dapat dipercayai pemerintahan yang baik ternyat...
    Said on 2014-09-30 10:19:00
  10. @donotchangemyname: baca dokumen2 Gereja yg terkait dgn hal tsb. Prinsip dan huk...
    Said Antonio on 2014-09-27 01:06:00
UCAN India Books Online