
Pihak berwajib di India membatalkan perintah deportasi terhadap seorang biarawati Inggris dan mengizinkannya tinggal dengan waktu yang tidak ditentukan, hanya selang beberapa jam setelah penangguhan ijin perpanjangan selama satu bulan.
Sebelumnya para pasien kusta di Sumanahalli Society di Bangalore mengadakan perpisahan yang diiringi isak tangis dengan Suster Jacqueline Jean McEwan, setelah menteri dalam negeri federal memerintahkan biarawati dari Misionaris Montfort itu untuk meninggalkan India dalam waktu 24 jam.
Ia kemudian diberikan tambahan waktu sebulan oleh kementerian itu, namun pada hari Selasa, 26 Juli, Menteri Dalam Negeri federal, Palaniappan Chidambaram, memerintahkan para stafnya untuk mengizinkan biarawati itu tinggal di India selama yang ia inginkan.
Menteri itu mengatakan perintah deportasi itu adalah “sebuah kekeliruan.”
Suster McEwan – seorang perawat yang terlatih— tiba di India tahun 1982 sebagai seorang relawan medis. Sejak itu, ia bekerja di tengah pasien kusta di pusat Sumanahalli.
“Ia seorang yang baik dengan hati emas,” kata Raman, yang diambil Suster McEwan dari jalan 20 tahun lalu.
“Saya sangat senang pemerintah telah mengizinkannya untuk tinggal bersama kami,” kata mantan Hansenite (penderita kusta) berusia 76 tahun itu.
Mohammad Pasha, 65, seorang pasien lain, mengatakan ia sangat sedih ketika mendengar perintah deportasi terhadap Suster McEwan. Ia mengatakan ia sangat bersyukur kepada biarawati yang telah menemukan dirinya di sebuah rumah dan mengobatinya.
Suster McEwan, yang sedang mengunjungi pasien kusta di tempat pada hari yang sama, berterima kasih kepada pemerintah yang mengizinkannya tinggal di India.
“Saya bisa melanjutkan merawat para pasien saya dan membimbing mereka agar hidup bermartabat,” katanya.
Pastor George Kannanthanam dari Tarekat Claretian dan direktur Sumanahalli, juga mengungkapkan kebahagiaannya dengan kabar pembatalan perkembangan terakhir biarawati itu.