
Pemimpin Gereja di Nepal mengatakan tidak akan mengirim delegasi resmi ke Hari Kaum Muda se-Dunia (WYD) yang diadakan bulan depan.
Namun hal ini tampaknya tidak akan mempengaruhi kehadiran kelompok tidak resmi dari sekelompok orang muda Nepal pada acara yang dijadwalkan pada 16-21 Agustus di Madrid.
“Kaum muda kami tidak siap menghadiri WYD kali ini,” ungkap Uskup Anthony Sharma.
Menurut moderator OMK Nepal, Pastor Robin Rai, yang juga pastor paroki Gereja Maria Assumpta Kathmandu, fakta bahwa seorang peserta muda dari Nepal melarikan diri setelah tiba di Jerman untuk acara WYD tahun 2005, bukan menjadi alasan bagi Nepal untuk tidak mengirim timnya tahun 2008 atau tahun ini.
“Kaum muda kami yang berbakat pertama-tama harus mengenal satu sama lain pada tingkat nasional, dan berkembang pada tingkat Gereja lokal. Kami sedang berkonsentrasi pada pembinaan spiritual mereka pada level nasional,” kata Pastor Rai.
“Keuangan kami belum cukup kuat dan kami harus terlebih dahulu memperkuat basis kami di sini. Masih ada kesempatan untuk berpartisipasi dalam WYD dan pertemuan-pertemuan lain setelah kami secara perlahan membangun melalui level Asia.
“Sebelum pergi ke acara-acara internasional, kami fokus pada pembinaan spiritual dan lebih banyak persatuan di kalangan kaum muda kami.”
Namun, sebuah kelompok Nepal sedang mempersiapkan diri untuk menghadiri WYD.
Seorang awam Katolik, yang namanya tidak mau disebutkan, mengatakan: “Sebanyak 15 orang dari kelompok neo-katekumenat akan berangkat ke Spanyol dari Nepal.
Setelah empat uskup menolak memberi rekomendasi khusus untuk membantu mereka mendapatkan visa, mereka akhirnya menemukan jalan mereka sendiri untuk mendapatkannya melalui jaringan neo-katekumenat.”
Menurut seorang imam Nepal, kelompok neo-katekumenat yang berangkat tidak mewakili Gereja Nepal pada WYD itu. Mereka tidak mewakili paroki-paroki Nepal dan mereka kebanyakan dari keluarga-keluarga yang bahkan tidak bisa berbicara bahasa Nepal di rumah.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kepergian mereka ‘secara rahasia’ akan semakin mengasingkan kelompok neo-katekumenat dari Gereja utama, dimana mereka dikritik karena memecahbelah umat dalam Gereja.