UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

Teladan siswi tuna netra ini patut ditiru

29/07/2011

Teladan siswi tuna netra ini patut ditiru thumbnail

Situasi belajar mengajar di Yangon Education Center

Para siswi tuna netra di Pusat Pendidikan untuk Tuna Netra di Yangon tidak membiarkan kekurangan mereka menjadi penghalang untuk menggapai prestasi.

Dari hasil ujian akhir tingkat SMA, satu dari mereka berprestasi dalam pelajaran sejarah, sementara empat lainnya lulus tes masuk universitas dengan nilai yang bagus.

Tes masuk universitas diakui oleh seluruh siswa Myanmar sebagai sesuatu yang paling sulit dalam kurikulum SMA. Nilai-nilai yang diperoleh harus tinggi bila para siswa melamar ke universitas.

“Impian saya adalah kuliah di Universitas Bahasa Asing, khususnya Inggris dan Jepang. Setelah saya lulus, saya akan memimpin perusahaan ibuku,” ungkap Yi Yi Myint, satu dari siswa yang ikut tes masuk universitas.

Ia mengakui bahwa keberhasilannya tidak bisa diraih tanpa banyak kerja keras.

“Kami harus berjuang dan belajar lebih banyak dari para siswa lain,” katanya. “Saya rutin belajar di siang hari, kemudian saya tidur dari pukul 5 hingga 9 malam,  lalu belajar lagi hingga pukul 5 pagi, kemudian tidur lagi dari pukul 5 pagi hingga jam 7 pagi sebelum ke sekolah.”

Yi Myint, yang juga menggunakan waktu untuk belajar computer mengatakan ibu dan guru-gurunya terus membantu dan mendorong dia agar bisa mandiri di kemudian hari.

Naw Ju Ei Phaw, yang telah mengajar di sekolah yang dikelola oleh Myanmar Christian Fellowship of the Blind, sejak 11 tahun lalu, menceritakan tentang bagaimana sistem mengajar dilakukan di sana.

“Kami menerapkan mata pelajaran yang diajarkan di SMA secara rutin,” katanya, “kemudian saya mengulangi lagi pelajaran-pelajaran itu kepada para siswa tuna netra dan mereka mengulanginya lagi. Kami melatih mereka hal yang sama seperti di sekolah negeri, membiarkan mereka mencatat dan mengoreksi bersama.”

“Hal itu merupakan tantangan yang luar biasa dalam mengajarkan orang tuna netra,” tambahnya. “Anda harus sabar karena semua yang dipelajari harus dilakukan secara lisan dengan mereka. Namun kita ingin mereka memiliki pekerjaan yang baik dan mampu berkomunikasi dengan orang lain dan hibup secara mandiri.”

Ma Ah Mein, 22, -siswa yang berprestasi dalam ujian sejarah- merupakan satu dari 110 siswa di pusat itu sejak tahun 1998. Ia sependapat bahwa para siswa tuna netra harus bekerja lebih keras dan lebih lama ketimbang teman kelas mereka yang bukan tuna netra. “Saya berasal dari negara bagian Shan dan tidak bisa berbicara bahasa Myanmar,” katanya. “Pertama saya harus mempelajarinya.”

“Belajar dengan tangan memang memakan waktu cukup lama,  dan itulah yang harus dilakukan oleh orang tuna netra. Kami bisa belajar sendiri tentang sesuatu hal, tapi kami butuh seseorang untuk mengajarkan kami matematika. Praktek sangat penting dan kami harus benar-benar mengetahui sebuah pelajaran sebelum kami melangkah ke pelajaran berikutnya,” kisah Mein.

Naw Thalet War adalah guru yang membantu dirinya mencapai perestasi seperti itu.

”Saya sangat bangga karena dia berhasil,” kata wanita itu. “Para siswa tertarik dengan pelajaran sejarah namun tantangannya, pelajaran itu memerlukan waktu lama untuk dipelajari dan butuh latihan terus menerus sampai mereka bisa mengulang kembali dan mengingatnya.”

“Kami mengajar para siswa dengan hati dan jiwa kami,” tambahnya. “Selain mengajar mata pelajaran, kami juga mengajarkan mereka pengetahuan umum dan pengalaman hidup, sehingga mereka bisa mengatasi tantangan sejak usia remaja.”

LINK: Blind students try to reach their dream

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ziarah Santa Maria Fatima
  3. Pemuka agama cari jalan untuk akhiri bunuh diri
  4. Umar Patek minta maaf kepada umat Kristiani
  5. Lebih dari 200 ribu perokok berusia di bawah 10 tahun
  6. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  7. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  8. Kelompok HAM Asia desak bupati lindungi jemaat HKBP Filadelfia
  9. Pastor ikut pulihkan peziarah Lourdes akibat kecelakaan
  10. Film "Soegija" diputar di Semarang kemarin
  1. Kelompok HAM Asia desak bupati lindungi jemaat HKBP Filadelfia
  2. Pemerintah terkesan pelihara konflik agama
  3. Girl Scouts tidak suka terkait rencana Konferensi Waligereja AS
  4. Umar Patek minta maaf kepada umat Kristiani
  5. Film “Soegija” diputar di Semarang kemarin
  6. Pastor: UNTAS harus rangkul semua eks Timtim
  7. Publikasi ‘VatiLeaks adalah tindakan kriminal’
  8. Saatnya program MA masuk dalam pendidikan agama Katolik
  9. Larangan beribadah harus dilaporkan ke Dewan PBB
  10. Uskup Ishak Doera majukan orang Dayak
  1. Baiklah Pak Nur Hidayat, mulai saja merangkul kaum Kristen Batak yang sedang dis...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-22 11:33:00
  2. Tuhan Yesus tidak menganjurkan KB. Kepada Dwi, seorang wanita Muslim di Indonesi...
    Said Akong_stephen on 2012-05-21 13:12:00
  3. Aparat hukum harus keras menjalankan tugasnya yaitu melindungi siapapun yang ber...
    Said Akong_stephen on 2012-05-21 13:05:00
  4. Jadikanlah diri kita menjadi sumber Kasih bagi mereka yang menganiaya sesamanya ...
    Said Eliasabul on 2012-05-21 11:28:00
  5. NATO (NO ACTION TALK ONLY) itulah presiden negara saya......
    Said Topo on 2012-05-21 06:38:00
  6. Ini semua terjadi karena pemimpin kita adalah orang yang ada di balik ormas itu....
    Said Topo on 2012-05-21 06:36:00
  7. Bpk Presiden Yang Terhormat. Kami kaum minoritas sudah terlau sering di aniaya, ...
    Said Francis Haryanto on 2012-05-21 06:29:00
  8. Indonesia negara Pancasila, tapi nyatanya seperti  negara atheis. ...
    Said Omar Sarif on 2012-05-19 18:42:00
  9. Berbicara itu gampang tetapi melaksanakannya itu yang sulit. butuh komitmen yang...
    Said Sd_santofransiskus on 2012-05-19 15:55:00
  10. Mr. Presiden yang terhormat, sebaiknya jangan hanya banyak kata yang terus dilon...
    Said Ltumuka on 2012-05-19 10:54:00