
Klini Katolik satu-satunya yang berada di Mongolia dibuka kembali oleh Uskup Wenceslao Padilla dari Ulaan Baatar hari Kamis setelah ditutup sejak bulan April untuk pembangunan gedung baru.
Pengerjaan klinik St. Maria yang berada di komplek Katedral St. Petrus dan Paulus di ibukota Mongolia itu terlaksana berkat bantuan dari Pusat Medis Katolik (CMC), sebuah kelompok medis Korea Selatan.
Juga hadir pada upacara pembukaan adalah Pastor Remigio Lee Dong-ik, ketua CMC, yang datang dari Korea Selatan khusus untuk acara itu, dan Pastor Stephanus Kim Seong-hyeon, pastor kepala Paroki Han-uul.
Dalam sambutannya, Pastor Lee mengatakan klinik yang lebih besar, dan memiliki banyak fasilitas dan staf medis, akan melayani dengan lebih baik kepada lebih banyak pasien.
“Ini tak bisa dilakukan sendiri, maka banyak doa dan dukungan masyarakat diperlukan,” tambahnya.
Klinik itu pertama kali didirikan oleh Pastor Michael Kim Joong-ho dari keuskupan agung Seoul tahun 2004 ketika imam dokter Korea itu mulai memberikan pelayanan medis bagi orang miskin di Ulaan Baatar.
Dengan dukungan yang berlanjut dari keuskupan agung Seoul dan CMC, klinik itu telah bertumbuh dan telah mengobati lebih dari 13.000 pasien sejak 2008.