
Umat Katolik di kota Laoag, Filipina, berkumpul untuk mendoakan dan menyerukan keadilan bagi Pastor Florante Rigonan, yang dibunuh oleh pria bersenjata yang tak beridentitas empat tahun lalu.
Pastor Engelbert Elarmo memimpin doa itu di makam Pastor Rigonan sebelum melepaskan balon-balon putih ke udara.
Administrator keuskupan, Monsignor Ian Rabago, mengatakan seluruh paroki di propinsi Ilocos Norte akan mendoakan Pastor Rigonan selama Misa hari Minggu ini.
“Kami berdoa dan bekerja sama dengan pihak berwenang. Tak ada budaya impunitas dan peraturan perundangan yang menang,” kata Pastor Rabago.
Meski kasus Pastor Rigonan berjalan lamban, ia mengatakan Gereja Katolik masih berharap keadilan akan diwujudkan segera.
Pastor Rigonan ditembak mati pada 28 Agustus 2007 ketika ia meninggalkan rumah sepasang mantan tenaga kerja luar negeri yang menggalang dana jutaan peso untuk membangun sebuah gereja paroki di desa Puritac, di kota Pinili.
Para penyelidik mencurigai sejumlah kerabat pasangan itu setelah adanya pengakuan bahwa mereka membenci kedekatan mereka dengan imam itu, namun kasus itu didiamkan.
Kolonel Polisi Ilocos Norte Dominador Halog mengatakan ada 25 Agustus bahwa penyelidikan atas kasus itu masih terbuka dan polisi akan menindaklanjuti semua petunjuk yang ada.