UCAN Philippines Catholic Church News
Sacred Space

Isu ‘minyak setan’ picu kekerasan di Sri Lanka

29/08/2011

Isu ‘minyak setan’ picu kekerasan di Sri Lanka thumbnail

Tentara berjaga-jaga di Navatkuda, Katankudy, bagian timur Sri Lanka

Meskipun ada jaminan berulang kali oleh para pejabat pemerintah dan pemimpin agama bahwa kisah tentang minyak setan  adalah sebuah mitos, namun  fenomena aneh  itu membawa malapetaka di Sri Lanka.

Sedikitnya lima orang tewas beberapa hari belakangan ini dan banyak orang luka-luka akibat main hakim sendiri oleh massa yang  takut terhadap  orang yang mereka curigai berminyak-setan.

Mereka yang tewas  termasuk seorang perwira polisi  tergantung  mencoba menyelamatkan tersangka dan seorang epilepsi kronis yang  melarikan diri setengah bugil  dari rumah sakit. Dia dikira seorang yang menggunakan minyak setan dan dipukuli hingga tewas di jalan.

Nah, apakah yang dimaksud dengan ‘minyak setan’ atau yang disebut warga setempat minyak yaka itu? Awalnya, istilah itu mengacu pada pencuri di malam hari yang akan mencuri  atau  mengganggu perempuan.

Dia hanya menggunakan  celana dalam dan menutupi dirinya dengan  minyak tersebut, untuk  membuatnya lebih mudah menghindari pengejaran. Namun dalam perkembangan  terakhir, kegiatan minyak setan telah fokus  pada penyerangan terhadap  perempuan. Sekitar 30 kejadian terkait hal  tersebut telah dilaporkan sejak akhir Juli.

Ketakutan berawal di wilayah pedesaan di utara dan timur, namun kini telah menyebar ke kota-kota  yang relatif modern seperti Colombo. Di beberapa daerah hal ini telah membuat  masyarakat  bentrok  dengan pihak penegak hukum.

Mgr Rayappu Joseph, uskup  Mannar, menghimbau umat Katolik  di kota nelayan  Pessalai untuk tetap tenang. “Jangan main hakim sendiri dan menghakimi orang  yang tidak dikenal, dan  lebih baik menyerahkannya kepada pihak polisi,” katanya. “Mereka yang akan mengambil tindakan yang pantas.”

Seruannya menyusul kejadian yang luar biasa dimana orang mengklaim bahwa seorang yang tidak dikenal terlihat mencoba  masuk ke sebuah rumah di pantai.

Pertama kali  orang itu terlihat, warga lokal menggunakan lonceng gereja Katolik untuk membunyikan tanda bahaya dan tersangka berlari masuk ke kamp angkatan laut (AL). Pasukan AL kemudian mulai menembak ke udara dan mencoba  meredakan keributan dengan menyerang warga desa dengan pentung dan senjata. Sejumlah warga desa luka-luka.

Kondisi di  Pessalai tetap tegang, seperti halnya di tempat-tempat lain. “Orang takut keluar pada malam hari,” kata seorang warga desa.  “Orang-orang yang biasanya keluar untuk membantu, jika tetangga mereka mengalami masalah, kini memilih mengunci pintu mereka jika banyak suara-suara aneh yang terdengar.”
“Ini adalah bulan  Ramadan,” kata seorang warga  desa lain. “Umat Muslim butuh pergi ke masjid pada malam hari untuk taraweh namun akibat  minyak setan itu mereka takut keluar setelah pukul enam.”

Kini keprihatinan itu  hingga tingkat parlemen, pasukan keamanan khusus diperintahkan ke jalan-jalan di sejumlah kota  untuk meredakan  ketegangan. Pada  23 Agustus,  100 orang ditangkap, tongkat dan batu dilemparkan ke polisi pada sebuah bentrokan malam di Colombo.

Tidak mengherankan, fenomena itu  menimbulkan sejumlah perbedaan interpretasi,  teori konspirasi dan  tuduhan bermotif politik. Kelompok oposisi telah menjelaskan hal itu  karena tipu muslihat pemerintah untuk menakut-nakuti masyarakat dan membuat kasus itu untuk mempertahankan keadaan darurat, yang telah berlaku  sejak tahun 1983.

Teori ini hilang  ketika pemerintah mengumumkan pada 25 Agustus bahwa keadaan darurat akan dihapus pada minggu pertama  September.

LINK: Grease-devil proves a slippery customer

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Jemaat HKBP Filadelfia dilempari air got dan urine
  2. Ziarah Santa Maria Fatima
  3. Pemuka agama cari jalan untuk akhiri bunuh diri
  4. Umar Patek minta maaf kepada umat Kristiani
  5. Lebih dari 200 ribu perokok berusia di bawah 10 tahun
  6. Bangun masjid sebagai solusi terbaik kasus GKI Yasmin
  7. Dokumen tunjukkan bukti Yesus pernah ke Jepang
  8. Kelompok HAM Asia desak bupati lindungi jemaat HKBP Filadelfia
  9. Pastor ikut pulihkan peziarah Lourdes akibat kecelakaan
  10. Film "Soegija" diputar di Semarang kemarin
  1. Kelompok HAM Asia desak bupati lindungi jemaat HKBP Filadelfia
  2. Pemerintah terkesan pelihara konflik agama
  3. Girl Scouts tidak suka terkait rencana Konferensi Waligereja AS
  4. Umar Patek minta maaf kepada umat Kristiani
  5. Film “Soegija” diputar di Semarang kemarin
  6. Pastor: UNTAS harus rangkul semua eks Timtim
  7. Publikasi ‘VatiLeaks adalah tindakan kriminal’
  8. Saatnya program MA masuk dalam pendidikan agama Katolik
  9. Larangan beribadah harus dilaporkan ke Dewan PBB
  10. Uskup Ishak Doera majukan orang Dayak
  1. Baiklah Pak Nur Hidayat, mulai saja merangkul kaum Kristen Batak yang sedang dis...
    Said Jenny Marisa on 2012-05-22 11:33:00
  2. Tuhan Yesus tidak menganjurkan KB. Kepada Dwi, seorang wanita Muslim di Indonesi...
    Said Akong_stephen on 2012-05-21 13:12:00
  3. Aparat hukum harus keras menjalankan tugasnya yaitu melindungi siapapun yang ber...
    Said Akong_stephen on 2012-05-21 13:05:00
  4. Jadikanlah diri kita menjadi sumber Kasih bagi mereka yang menganiaya sesamanya ...
    Said Eliasabul on 2012-05-21 11:28:00
  5. NATO (NO ACTION TALK ONLY) itulah presiden negara saya......
    Said Topo on 2012-05-21 06:38:00
  6. Ini semua terjadi karena pemimpin kita adalah orang yang ada di balik ormas itu....
    Said Topo on 2012-05-21 06:36:00
  7. Bpk Presiden Yang Terhormat. Kami kaum minoritas sudah terlau sering di aniaya, ...
    Said Francis Haryanto on 2012-05-21 06:29:00
  8. Indonesia negara Pancasila, tapi nyatanya seperti  negara atheis. ...
    Said Omar Sarif on 2012-05-19 18:42:00
  9. Berbicara itu gampang tetapi melaksanakannya itu yang sulit. butuh komitmen yang...
    Said Sd_santofransiskus on 2012-05-19 15:55:00
  10. Mr. Presiden yang terhormat, sebaiknya jangan hanya banyak kata yang terus dilon...
    Said Ltumuka on 2012-05-19 10:54:00