
Misi Kusta Kristen Myanmar telah memutuskan cara yang inovatif untuk menghormati dan mendorong para penderita kusta, dengan mengadakan serangkaian acara memperingati Hari Kusta.
Acara-acara dirayakan secara serempak akhir pekan lalu di masing-masing 11 cabang Misi itu di seluruh Myanmar.
“Meskipun mereka berada di dunia ini dan hidup, mereka seringkali tampak sangat kehilangan harapan,” kata salah satu penyelenggara, Suster Soe Soe dari pelayanan kusta Koloni St. Theresa di keuskupan Pyay.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kami memahami perasaan mereka dan kami menganggap mereka setara dengan orang lain. Maka kami mengadakan Hari Kusta khusus bagi mereka.”
Sekitar 60 tamu, termasuk para imam, biarawati, warga desa, siswa asrama bergabung dengan para kusta pada acara itu di Koloni St. Theresa.
Pastor Simon, pastor paroki setempat, merayakan Misa khusus dan seorang biksu Buddha yang membawakan persembahan.
Setelah itu para pasien kusta diberikan dengan hadiah dan mendengarkan cerita tentang kesejahteraan spiritual dan kesadaran lingkungan.
“Mereka mungkin dibenci oleh orang lain, tetapi kita perlu membantu mereka baik secara fisik dan spiritual,” kata Pastor Simon.
U Tin Myint telah berada di pusat itu selama lebih dari 45 tahun. Ia mengalami luka di kakinya ketika ia masih muda dan tanpa perawatan yang baik, membuat kondisi terus memburuk.
“Aku sangat berterima kasih kepada para suster yang merawat kami, tanpa melihat agama kami,” katanya. “Saya ditinggalkan oleh istri dan putraku, tapi sekarang dengan bantuan para biarawati, saya tidak perlu khawatir dengan makananku sehari-hari seperti orang lain lakukan.”
Mayoritas dari 29 warga Koloni beragama Buddha, yang lainnya dari Gereja Baptis dan Katolik. “Kami merawat mereka, memberikan mereka makanan yang baik dan kami mengundang para dokter untuk sesekali melakukan pemeriksaan medis,” kata Suster Soe Soe.
Sejak tahun 2004, pusat itu telah dijalankan oleh Suster Soe Soe dan dua biarawati RNDM lain yang mengurus koloni serta sekitar 60 anak-anak.
Kini para biarawati itu mulai menjalankan program kredit mikro bagi keluarga penderita kusta’, dengan bantuan Misi yang berbasis di Yangon.