
Anak-anak dengan beragam latar belakang agama di India percaya kepada Tuhan, namun berbeda dalam cara mereka memandang Tuhan, demikian hasil studi terbaru.
Hema Selvakumari, yang melakukan riset untuk gelar pasca sarjana di Departemen Studi Kristen Universitas Madras, kemarin mengatakan studi ini terfokus pada bagaimana agama-agama yang berbeda saling mempengaruhi satu sama lain.
Selvakumari mengatakan studi itu dilakukan “untuk memahami bagaimana anak-anak dari latar belakang agama berbeda memahami Tuhan dalam konteks multi-agama seperti India.”
Meskipun berbagai upaya dilakukan para teolog Asia untuk memahami dinamika tersebut, anak-anak tidak pernah diperhitungkan dalam kerangka pemahaman, kata wanita itu.
“Penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk mengisi kesenjangan tersebut.”
Sebuah kelompok terdiri dari 109 anak sekolah dari keyakinan berbeda berusia 8-12 tahun dari 11 sekolah di Chennai berpartisipasi dalam studi, yang diadakan tahun lalu.
Anak-anak diminta untuk menggambar sebuah gambar mengekspresikan ide mereka tentang Allah secara kreatif. Sawancara mendalam dan secara kelompok juga dilakukan terhadap anak-anak yang dipilih.
Studi ini menemukan bahwa anak-anak mengidentifikasikan Allah sebagai kebutuhan bagi segala sesuatu yang diciptakan dan memecahkan semua masalah dan memenuhi semua kebutuhan, kata peneliti itu.
Anak-anak juga mengatakan bahwa pengertian Tuhan mempengaruhi perilaku moral mereka dan membantu dalam membuat keputusan.
Selvakumari mengatakan anak-anak juga mengatakan mereka berkomunikasi secara langsung dengan Tuhan dan menerima komunikasi dari Allah. “Terlepas dari agama, anak-anak berdoa kepada Tuhan,” katanya.
Meskipun pengaruh kuat dari para ibu dalam membentuk spiritualitas anak-anak, Selvakumari mengatakan risetnya menunjukkan bahwa kebanyakan anak menganggap Tuhan sebagai “Bapa.”
Studi ini juga menemukan bahwa sementara anak-anak Kristen dan Muslim memiliki salinan Kitab Suci’, anak-anak Hindu tidak demikian.
Sementara anak-anak Kristen dan Islam sependapat bahwa dewa-dewa tidak hanya satu dan sama, anak-anak Hindu percaya bahwa mereka sama tetapi disebut dengan nama yang berbeda.