UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

RUU Kazakhstan batasi agama minoritas

03/10/2011

RUU Kazakhstan batasi agama minoritas thumbnail

Presiden Kazahkstan Nursultan Nazarbayev

Dewan Perwakilan Rakyat Kazakhstan telah mengesahkan  rancangan undang-undang (RUU) yang menerapkan pembatasan yang lebih besar bagi kelompok-kelompok agama, dan sebagai langkah antisipasi pertumbuhan Islam militan, laporan Telegraph.co.uk.

RUU yang disetujui oleh Senat akan meminta organisasi-organisasi keagamaan yang ada di negara mayoritas Muslim itu untuk dibubarkan dan didaftarkan lagi melalui prosedur yang dipastikan tidak akan memasukkan kelompok-kelompok lebih kecil, termasuk komunitas Kristen minoritas, demikian laporan AP di Washington Post.

“RUU itu melarang asosiasi-asosiasi agama yang cenderung pada kehancuran keluarga, memaksa meminggalkan harta milik demi pelayanan komunitas agama … dan yang membahayakan moral dan kesehatan warga,” kata ketua DPR  Kazakhstan  pekan lalu dalam sebuah pernyataan, demikian AP.

Pihak berwenang juga telah menghalangi akses ke beberapa situs yang dituduh memicu Islam militan dan mereka melihat undang-undang yang membatasi  agama sebagai perpanjangan kodrati melawan ekstremisme, kata Telegraph itu.

Namun kelompok-kelompok hak asasi manusia tidak setuju.

“Ketentuan ini sangat mengganggu, karena mereka terlalu mengekang kebebasan warga Kazakhstan untuk mempraktekkan dan mengekspresikan iman mereka,” kata Susan Corke, manajer program senior untuk Eurasia di Freedom House kelompok lobi yang berbasis di Amerika Serikat, dalam sebuah pernyataan awal pekan lalu.

Berdasarkan hukum baru sebuah kelompok yang akan mendaftar akan ditolak di tingkat lokal jika memiliki kurang dari 50 anggota. Pada tingkat regio sebuah kelompok keagamaan yang diperlukan memiliki lebih dari 500 anggota untuk pendaftaran dan di tingkat nasional lebih dari 5.000.

Kazakhstan adalah sebuah negara yang beragam etnis dan sekuler. Mayoritas dari 17 juta penduduk Kazakhstan adalah Muslim, meskipun ada sejumlah kelompok agama yang lebih kecil, termasuk umat  Kristiani, yang akan berdampak dengan RUU baru itu.

RUU itu juga membatasi tempat orang beribadat, dan  melarang ruang-ruang doa di gedung-gedung pemerintah.

Laporan AP di Washington Post menambahkan bahwa RUU itu membutuhkan persetujuan dari Presiden Nursultan Nazarbayev sebelum menjadi Undang-Undang (UU), tapi itu hanya formalitas belaka – karena ia mendesak parlemen awal bulan ini untuk membuat kontrol yang lebih ketat atas kelompok-kelompok agama.

LINK: Kazakh draft law could shut out minorities

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Umat Kristiani India mengungkapkan keterkejutan terkait serangan gereja
  2. Paus desak dunia bertindak menyusul tragedi Mediterania
  3. Keadilan sulit dipahami terkait pembunuhan para aktivis lingkungan
  4. Sikap PMKRI tak hadiri undangan Watimpres dapat sanjungan
  5. Penganiayaan orang Kristen di Zhejiang lebih parah dari data sebelumnya: China Aid
  6. Politisi Hong Kong berkomentar 'rasis' terhadap PRT
  7. Otoritas Malaysia desak pemimpin Gereja memasang kembali salib
  8. Para uskup Filipina minta KWI membantu Mary Jane
  9. Ribuan umat Katolik Medan doakan kelancaran KAA
  10. Presiden Jokowi tutup KAA, kecam terorisme atas nama agama
  1. Keluarga dan diplomat ajukan PK terakhir untuk menyelamatkan terpidana mati kasus narkoba
  2. NIIS dan Janji Surga
  3. Gereja Armenia memberikan gelar orang kudus korban genosida
  4. Renungan Hari Minggu Paskah IV bersama Pastor Bill Grimm
  5. RUU kontroversial Myanmar akan berdampak buruk bagi perempuan dan minoritas
  6. Presiden Jokowi tutup KAA, kecam terorisme atas nama agama
  7. Sikap PMKRI tak hadiri undangan Watimpres dapat sanjungan
  8. Asia-Afrika nyatakan perang terhadap narkoba
  9. Jaksa agung diminta sidik pelanggaran HAM berat
  10. Menag masih persoalkan batasan agama RUU PUB
  1. Terlalu banyak TKI yang nasibnya dihukum mati. Apa gerangan yang mereka lakukan...
    Said on 2015-04-16 20:46:00
  2. Sepertinya orang "Rimba" Jambi tidak mempunyai nama lain? Tidak masuk sensus? T...
    Said on 2015-04-14 09:11:00
  3. Nasib mereka bergantung di benang sutra.. karena getolnya para jaksa penuntut......
    Said on 2015-04-11 09:21:00
  4. Menteri dalam kasus ini harus gebrak meja! Beliau terlalu manis.....
    Said on 2015-04-11 09:13:00
  5. Semoga bagi para pengungsi merasa terhibur dan perhatian dari Paus Fransiskus me...
    Said on 2015-04-09 06:01:00
  6. Kalau sampai pada vonis hukuman mati, diam saja ya, tidak perlu menentangnya....
    Said on 2015-04-03 08:59:00
  7. Apakah waktunya setiap perempuan membawa rotweiler kalau bepergian??...
    Said on 2015-04-03 08:55:00
  8. Terima kasih untuk bantuannya... semoga aman saja....
    Said on 2015-04-03 08:50:00
  9. Domba tidak bisa mengerti apa maunya serigala... Siapa menulis buku sejahat itu ...
    Said on 2015-04-03 08:43:00
  10. Yang tidak tertarik juga tidak akan membacanya.....
    Said on 2015-04-02 15:28:00
UCAN India Books Online