
Pendiri dan direktur Jesus Is Lord (JIL) Church Worldwide Br Eddie Villanueva pekan lalu meluncurkan “God Bless the Philippines Global Prayer Movement.”
Kampanye yang diluncurkan pada hari Jumat itu, kata Villanueva, bertujuan untuk meyakinkan bahwa doa adalah satu-satu solusi terhadap berbagai krisis yang melanda dunia pada umumnya dan Filipina khususnya.
Seluruh warga Filipina dihimbau berdoa setiap hari pada pukul 12.00 untuk negeri itu, sesuai dengan masing-masing waktu wilayah.
Gerakan doa itu bisa diakses melalui online di www.GodBlessThePhilippines.com, yang juga menyediakan sebuah ruang bagi warga Filipina untuk melakukan posting doa-doa mereka melalui fitur Post-A-Prayer .
“Doa adalah benar-benar menggabungkan kekuatan dengan kekuatan Allah yang luar biasa tak terbatas,” kata Villanueva menjelang ulang tahun reli doa yayasan JIL ke-33 di Manila pada 28 Oktober.
Ia mengatakan dirinya “terkejut” tidak hanya dengan kekerasan yang terjadi di berbagai belahan dunia tetapi yang lebih penting dengan apa yang terjadi di Filipina, yang terakhir di Mindanao.
Pasukan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) di Al-Barka, Basilan, yang diduga menyerang pasukan yang pergi ke wilayah itu pada 18 Oktober, yang diklaim sebanyak 19 prajurit Filipina tewas.
Serangkaian serangan lainnya diluncurkan pada minggu lalu yang menimbulkan sedikitnya 35 orang tewas. Dengan mengutip 2 Tawarikh 7:14, Villanueva mengatakan ia yakin Tuhan akan memberkati suatu bangsa jika orang hanya akan belajar “merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah Tuhan dan berpaling dari jalan yang jahat.”
Pemimpin JIL juga meminta semua negara yang mencintai Filipina untuk mendukung Presiden Benigno Aquino “Daang Matuwid,” atau “jalan yang lurus,” demi pemerintahan yang baik. Ungkapan itu adalah slogan kampanye Aquino selama pemilu 2010.
Berbasis di Quezon City, JIL beroperasi di tujuh negara lain.