
“Saya mengambil risiko serius dikeluarkan dari Suriah,” kata Pastor Paulus Dall’Oglio, pendiri biara Deir Mar Musa dalam sebuah wawancara dengan AsiaNews tentang situasi pribadinya karena ia harus meninggalkan negara itu.
“Pemerintah Suriah telah mengirim sebuah surat kepada uskup Katolik Siro dari Homs, meminta uskup itu untuk memindahkan saya ke luar negeri,” kata imam itu.
Ia mengatakan, “Saya telah memberi dukungan terhadap demokrasi, konsensus, kebebasan berekspresi dan rekonsiliasi. ”
Biara Deir Mar Musa Abyssinia adalah sebuah komunitas monastik Siro-Katolik, dekat kota Nabk, sekitar 80 km sebelah utara Damaskus. Biara ini dibangun oleh rahib Yunani pada abad keenam.
Biara itu ditinggalkan di abad ke-19, dan dijadikan sebagai rumah sebuah komunitas religius kecil.
Pastor Dall’Oglio merupakan roh dari komunitas Al-Khalil. Ia mendapat berbagai tuduhan.
“Hal yang paling menyedihkan dalam kasus ini adalah bahwa beberapa faktor yang menyebabkan keputusan ini harus dicari dalam konteks Gereja. Hal itu mungkin sebagai reaksi terhadap tindakan saya di masa lalu, akibat menentang kasus-kasus korupsi dan kurangnya transparansi dari sejumlah prelatus,” lanjutnya.
Komunitas Al-Khalil yang telah tinggal di Deir Mar Musa selama 20 tahun, sangat cemas atas kemungkinan pengusiran itu.
Imam Yesuit itu mengatakan: “Secara pribadi, ia meninggalkan Suriah, setelah 30 tahun di negeri ini. Namun, hal itu menghancurkan hati saya. Ini berarti bahwa pintu akan ditutup pada inisiatif untuk mempromosikan reformasi, dialog, rekonsiliasi yang nyata.”
“Kami masih berharap bahwa keputusan ini akan ditinjau ulang, dan mempertahankan persatuan, serta menjadi sebuah negara demokrasi pluralistik di mana semua komponen dihormati,” tambahnya.