
Vikep Keuskupan Agung Jakarta ikut berpartisipasi dalam sebuah makan siang Natal untuk orang kurang mampu, yang diadakan oleh Komunitas Sant’Egidio dalam upaya mendorong semangat pelayanan komunitas itu.
Pastor Alexius Andang Listya Binawan SJ mengatakan acara itu merupakan bagian upaya berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan warga dan menanamkan semangat pelayanan kepada orang lain.
“Sejak tahun lalu, komunitas itu mengadakan acara seperti ini dan bekerjasama dengan kelompok-kelompok kategorial dan para relawan,” katanya.
Menurutnya, “Acara ini merupakan sebuah kegiatan yang besar, yang bertujuan mendorong kita untuk membantu dan mendukung warga miskin tersebut.”
Makan siang Natal dimulai di Jakarta tahun 1996, namun hanya sedikit orang yang hadir.
Jumlah itu terus bertambah pada acara itu tahun ini dimana menghadirkan sekitar 1.000 anak dan lansia yang kebanyakkan Muslim, yang dilayani oleh 760 relawan, kata imam itu.
“Program ini lebih menyapa orang miskin. Kita tidak hanya memberikan makanan kepada mereka, tapi program ini untuk membangun semangat untuk melayani.”
Devi Nabila Gaputri Eman, 10, menghadiri acara makan siang dua kali.
“Saya merasa senang ikut acara ini,” katanya. “Saya bisa memiliki banyak teman. Saya bisa bernyanyi dan bisa makan makanan yang baik.”
Eveline Winarko, koordinator Komunitas Sant’Egidio Indonesia, mengatakan acara itu tidak bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan, tapi hanya melayani orang yang membutuhkan.
“Yesus dilahirkan dalam suasana kemiskinan. Ia ditolak. Maka kita ingin menunjukkan komitmen kita bahwa kita menyapa orang miskin ini.”
Ketika hari Natal orang menggunakan waktu untuk keluarga mereka, acara makan siang ini membawa pesan Natal, kata Winarko.
“[Orang miskin] adalah keluarga kita. Kita perlu merangkul mereka.”
Sumber: Makan siang Natal perkuat semangat pelayanan
Era reformasi, intoleransi yang meningkat
Para lansia mengalami cedera akibat bentrok dengan polisi
Konferensi internasional hasilkan Deklarasi Makassar tentang perdamaian