UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Nasionalisasi hantui sekolah Gereja

11/01/2012

Nasionalisasi hantui sekolah Gereja thumbnail

Para pendidik Katolik mengatakan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah mereka di propinsi Punjab dan propinsi Sindh, Pakistan, terus menurun dari tahun ke tahun setelah lembaga itu kembali kepada Gereja usai ditangani pemerintah.

“Kami masih mencari bantuan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menyelesaikan isu-isu utama sejak lembaga-lembaga itu diserahkan kembali kepada Gereja,” kata Pastor Joseph Leonard Paul pada perayaan di Karachi akhir pekan lalu menandai peringatan 50 tahun imamatnya.

Pastor Paulus telah melayani di sekolah-sekolah Gereja selama 43 tahun dan ia berperan penting untuk mengembalikan lembaga-lembaga itu dikelola Gereja.

Pemerintah melakukan nasionalisasi semua sekolah dan perguruan tinggi Gereja di propinsi Punjab dan propinsi Sindh tahun 1972.

Kemudian sekolah-sekolah itu didenasionalisasikan diantara 1985 dan 1995 tanpa memberikan kompensasi apapun.

Sebuah sekolah dan sebuah perguruan tinggi Gereja masih tetap ditangani pemerintah di Karachi, termasuk sebuah sekolah berusia 100 tahun di Lahore.

“Sekarang gedung ini rusak. Kami mencoba untuk mendapatkannya kembali, tetapi pemerintah mengatakan kami tidak memiliki dokumen. Beberapa tanah Gereja juga dalam bahaya,” kata Maxwell Shanti, sekretaris eksekutif Majelis Pendidikan Katolik (CBE) di Lahore.

Demikian pula CBE di keuskupan Islamabad-Rawalpindi menyatakan keprihatinan yang sama atas sebuah sekolah di desa. “Kami meragukan masa depan sekolah itu”, kata William John, sekretaris eksekutif CBE.

“Kualitas pendidikan menurun di lembaga pendidikan pemerintah akibat kurangnya akuntabilitas. Berbagai sekolah Gereja dibiarkan rusak dan mengalami kekurangan  guru serta mahasiswa karena sekolah itu dinasionalisasi,” katanya

Meskipun pendidikan Islam merupakan mata pelajaran wajib, sekolah pemerintah tidak mengajarkan agama.

“Sebuah penindasan dan inferioritas kompleks di kalangan siswa non-Muslim,” kata John.

Gereja Katolik saat ini mengelola 504 lembaga pendidikan di negara ini.

Sumber: Nationalization haunts Church schools

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Jesuit Asia Selatan menekankan pentingnya rasa kepedulian terhadap Rohingya
  2. Myanmar melemparkan tanggung jawab terkait krisis manusia perahu
  3. Polisi tahan peserta aksi damai di Papua
  4. Partai Komunis Tiongkok keluarkan peringatan kepada anggotanya yang menganut agama
  5. Paus Fransiskus desak masyarakat internasional bantu ribuan migran Asia
  6. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  7. Para pemimpin Katolik ditahan di Tiongkok
  8. Gereja menentang otoritas Zhejiang terkait kampanye pembongkaran salib
  9. Renungan Hari Raya Tritunggal Mahakudus bersama Pastor Bill Grimm
  10. Gereja Katolik terus membantu para korban gempa di Nepal
  1. Myanmar melemparkan tanggung jawab terkait krisis manusia perahu
  2. Polisi tahan peserta aksi damai di Papua
  3. Renungan Hari Raya Tritunggal Mahakudus bersama Pastor Bill Grimm
  4. PBB ingatkan Myanmar terkait empat RUU tentang ‘ras dan agama’
  5. Gubernur Ahok: Banyak politikus bersaing menjual agama
  6. Karitas kecam pembubaran ‘tidak manusiawi’ terhadap protes damai petani
  7. Jesuit Asia Selatan menekankan pentingnya rasa kepedulian terhadap Rohingya
  8. Sektarianisme telah mengerus kebhinnekaan Indonesia
  9. Para pemimpin Katolik ditahan di Tiongkok
  10. Ratusan biksu radikal Myanmar memprotes ‘tekanan’ internasioal terkait Rohingya
  1. Kalaupun bantuan itu merupakan "first aid", sudah menolong juga. Ada yang menye...
    Said on 2015-05-28 07:14:00
  2. Beberapa daerah gelombang panas. Apakah daerah lain dapat membantu dengan member...
    Said on 2015-05-28 06:51:00
  3. Apa sebabnya Cina soal agama bersikap sangat terbelakang? Tidak cocok dengan ke...
    Said on 2015-05-26 10:35:00
  4. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  5. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  6. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  7. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  8. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  9. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  10. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
UCAN India Books Online